1.
Definisi kebenaran
Kebenaran
adalah persesuaian antara pengetahuan objek dengan realita. Kebenaran menurut
teori corespondence yaitu perbandingan antara realita objek (informasi, fakta,
peristiwa, dan pendapat) dengan apa yang
ditangkap oleh subjek (ide dan kesan). Jika ide atau kesan yang dihayati subjek
pribadi sesuai kenyataan, realita, objek, maka sesuatu itu benar.
Jadi
suatu dapat dikatakan benar jikainformasi yang kita dapatkan bisa dibuktikan
dan sesuai dengan adanya beberapa fakta yang terkumpul, baik dari data yang
kita peroleh sendiri atau dari data orang lain yang juga pernah menguji hal
yang sama.
2.
Mencari kebenaran dengan cara ilmiah,
Berupa
kegiatan penelitian ilmiah dan dibangun atas teori-teori tertentu atau dengan
cara penelitian yang dilakukan secara sistematis dan terkontrol berdasarkan
data empiris yang ditemukan dilapangan. Teori yang ditemikan harus dapat diuji
keajekan dan kejituan internalnya.
Jadi tidak dapat terpungkiri kalau teori
dapat berkembang melalui penelitian ilmiah, dan jika penelitian ulang dilakukan
dengan langkah-langkah serupa pada kondisi yang sama maka akan diperoleh hasil
yang sama atau hampir sama.
Pernyataan yang saling berhubungan dengan
pernyataan-pernyataan yang sebelumnya yang dianggap benar. Yang dipengaruhi pada
proses penalaran teoritis yang didasarkan pada logika deduktif.
Contoh
kasus semisal: ari bekerja disalah satu perusahaan percetakan koran tugasnya
mencari beberapa sumberuntuk mendapatkan data, namun data yang dikumpulkan
masih mentah sehingga masih butuh pengelolaan. Sebelum diolah menjadi informasi
data tersebut dipastikan dahulu kebenarannya sampai data tersebut akurat,
selain itu data dapat ditambah gambar atau angka sehingga data tersebut
benar-benar akurat untuk diolah menjadi informasi yang layak dipublikasikan.
Ari
saat itu sedang menaiki bus trans jakarta melewati jalan raya tamrin, ia
mendengar ada pengeboman di depan gedung sarinah pinggir jalan raya tamrin
jakarta dari masyarakat. Ia kemudian berangkat kelokasi untuk melihat situasi
setelah adanya kejadian bom tersebut. Sesampainya dilokasi, ia melihat banyak
paku bertebaran dijalan raya serta beberapa korban. Saat itu juga ada suara
tembak-tembakan, ari langsung mencari tempat yang aman dan strategis untuk
mendapat gambar yang fokus pada penembakan yang terjadi.
Kemudian
ari kembali kekantor untuk mendiskusikan bersama rekan kerjanya mengenai
gambar-gambar yang telah berhasil dipotretnya. Dalam diskusi tersebut mereka
menangkap gambar seorang laki-laki yang dicurigai sebagai salahsatu pelaku
pengeboman. Pada saat itu juga beredar isu bahwa yang bertanggung jawab atas
pengeboman adalah organisasi isis. Dari data gambar yang berhasil didapat ari,
ia merlapoprkan gambar tersebut kepolisi, sehingga polisi terbantu dengan adanya
gambar tersebut. Melalui proses penangkapan dan penyidikan, polisi membenarkan
bahwa lkasus teror bom yang bertanggung jawab adalah isis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar