PENGARUH
IPM RANTING DESA WONOREJO TERHADAP MASYARAKAT SEKITARNYA
Disusun oleh :
- Choriah Hanayati (A210140137)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masalah utama yang dihadapi
lingkungan masyarakat di sekitar desa wonorejo adalah pergaulan remaja dan
pelajar yang tidak terbatas pada sekarang ini. Selain itu para orang tua kurang
memperhatikan aktivitas keseharian anak-anaknya pada saat tidak bersekolah atau
libur sekolah.
Salah satu alternatif untuk
mengurangi jumlah kegiatan remaja dan pelajar di desa wonorejo yang kurang
bermanfaat atau bahkan yang berdampak buruk bagi diri mereka sendiri adalah
dengan menambah kegiatan positif untuk para remaja dan pelajar yang bermanfaat
bagi diri mereka sendiri atau untuk masyarakat sekitar.
Pengadaan kegiatan yang positif dan
produktif sebagai bagian dari proses pembenahan pola pergaulan yang negatif
menjadi aktifitas yang bermanfaat terhadap kehidupan mereka dalam bermasyarakat.
Perubahan tersebut meliputi dampak aktifitas kegiatan yang diadakan dalam salah
satu organisasi otonom (ortom) muhammadiyah tingkat ranting yaitu Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (IPM).
IPM
adalah organisasi otonom Muhammadiyah, merupakan gerakan
Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dikalangan pelajar yang menegakkan nilai-nilai
tauhid di muka bumi, berakidah islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan
As-Sunnah. Nilai-nilai tauhid yang telah diperjuangkan oleh para nabi sejak
Nabi Adam A.S. hingga Muhammad SAW. ( Anggaran Dasar Ikatan Pelajar
Muhammadiyah pasal 3 identitas).
Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (IPM) berdiri pada tanggal 18 Juli 1961 M. IPM Ranting Desa Wonorejo ini adalah
ranting istimewa yang satu-satunya ranting desa yang masih aktif di cabang
Blimbing daerah Sukoharjo.Kemunculan IPM Ranting Desa Wonorejo ini bermula
dengan adanya Rezim yang berkuasa pada saat Orde Baru yang meminta IPM harus
berasaskan Pancasila dalam setiap perjuangannya. Perjalana itu akhirnya
berujung pada tahun 1992, sehingga nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi
Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober 1922 M
dan disahkan pada tanggal 18 November 1992 M. pada saat inilah organisasi IPM
di sekolah harus dihapus, dengan niat yang biak untuk tetap berdakwah
dikalangan Remaja maka dibentuklah IRM ranting desa di setiap ranting
Muhammadiyah.
Perkembangan
selanjutnya zaman runtuhnya rezim orde baru, dengan cara de facto pada tanggal
28 Oktober 2008 perubahan nama IRM
menjadi IPM pada muktamar XVI IRM di Solo, dengan basis IPM adalah pelajar (anggaran dasar IPM pasal 8), sehingga
pada perubahan nama ini IRM ranting Desa wonorejo menjadi IPM Ranting Desa.
Dengan
adanya pengambalian nama tersebut IPM Ranting Desa wonorejo tetap besikukuh
untuk menjalankan amar ma’ruf nahi munkarnya dengan membentuk 3 bidang pokok,
yang meliputi bidang umum (ketua umum dan wakil, sekretaris umum dan wakil,
bendahara umum dan 2 pembantu bendahara), bidang Kajian Dakwah Islam (KDI), dan
bidang Apresiasi seni budaya dan olahraga (ASBO).
Dampak kegiatan yang diadakan oleh
IPM ranting desa wonorejo terhadap aspek seni, budaya, dan olahraga meliputi
kegiataan oud bound, talk show karakter kepemimpinan, membuat asesoris, kreasi
memasak, dampak lainnya terbukanya kreatifitas dan produktifitas para remaja
dan pelajar dalam memanfaatkan hari liburnya.
- Alasan Pemilihan Judul
Penulis menulis makalah ini dengan
mengambil judul PENGARUH
IPM RANTING DESA WONOREJO TERHADAP MASYARAKAT SEKITARNYA
berdasarkan pada alasan berikut :
1. Penulis
berkemauan untuk memberikan beberapa pengetahuannya yang dimiliki untuk
disebarluaskan kepada pembaca dan masyarakat lain supaya masyarakat mengetahui
manfaat dari keberadaan Ranting IPM di disa wonorejo.
2. Judul
yang penulis angkat sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat supaya para
remaja dan pelajar mampu memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan yang
positif.
3. Dengan
meningkatnya kegiatan remaja dan pelajar yang kurang bermanfaat maka harus ada
usaha untuk mengalihkan kegiatan yang negatif dengan solusi memberikan kegiatan
positif melalui organisasi IPM ranting.
4. Penulis
ingin menyampaikan tentang peran IPM ranting di desa terhadap masyarakat
disekitarnya.
- Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan IPM Ranting Desa?
2.
Mengapa
IPM Ranting Desa dipertahankan?
3.
Bagaimana
bentuk-bentuk kegiatan IPM ranting dalam
masyarakat desa wonorejo?
4.
Bagaimana
respon masyarakat terhadap keberadaan IPM di Desa wonorejo?
- Tujuan
1.
Mengetahui
definisi dari IPM Ranting Desa.
2.
Mengetahui
alasan IPM Rantig desa dipertahankan.
3.
Mengetahui
bentuk-bentuk kegiatan IPM ranting dalam
masyarakat desa wonorejo.
4.
Mengetahui
respon masyarakat terhadap keberadaan IPM di Desa wonorejo.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Ipm
Ranting Desa
IPM adalah
gerakan islam amar ma’ruf nahi munkar di kalangan yang ditujukan kepada dua
bidang, pertama perorangan dan kedua masyarakat. Dakwah pada bidang pertama
terbagi pada dua golongan :
a. Kepada
yang telah islambersifat pembaharuan (tajdid) berdasarkan pada nilai-nilai
ajaran islam.
b. Kepada
ayang belum islam bersifat seruan dan ajakan, untuk mengikuti nilai ajaran
islam.
Adapun dakwah
amar ma’ruf nahi munkar kedua ialah kepada masyarakat, bersifat perbaikan,
bimbingan, dan peringatan. Kesemua itu dilaksanakan dengan musyawarah.
Manfaat dari adanya kegiatan yang
diadakan oleh IPM ranting meliputi :
a. Masyarakat
terutama remaja dan pelajar, lebih mampu memanfaatkan hari libur sekolah
b. remaja
dan pelajar mendapat ilmu yang berguna dan memiliki sifat pemimpin dari
mengikuti organisasi ini.
c. Masyarakat
merasa terbantu, dan terhibur dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan dari
organisasi IPM ini.
Kegiatan-kegiatan
yang ada dalam ortom IPM ranting desa wonorejo meliputi:
a. Bidang
KDI :
1) Kajian anak-anak setiap malam ahad ba’da
maghrib.
2) Kajian
rutin anggota PR IPM setiap 2 minggu sekali pada malam ahad ba’da maghrib
3) Kajian
gabungan setiap minggu ke-5
4) Penekanan
kajian malam senin di masjid agung imam syuhodo wonorejo
5) Sema’an
Al Qur’an diadakan secara fleksibel (pengganti kajian rutin)
b. Bidang
ASBO :
1) FUN
DAY di dalamnya ada olaraga (jalan-jalan dan CFD), stand up comedy, games,
madding, kerajinan, dan kreasi memasak. Kegiatan FUN DAY ini akan diadakan
setidaknya 1 bulan sekali dan menyesuaikan hari libur/ fleksibel.
2) TARHIB
di dalamnya ada carnival romadhon, nonbar, out bound, rihlah lembaga, dan Kegiatan
TARHIB akan diadakan pada saat hari libur yang bertepatan pada hari besar/
peringatan peristiwa/ libur sekolah.
Respon dari
masyarakat sekitar yang kurang antusias karena kesibukan masing- masing,
sehingga kegiatan-kegiatan yang diadakan dari IPM ranting desa ini kurang
berjalan dengan maksimal.
Seharusnya
masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan semaksimal mungkin.
Pimpinan daerah seharusnya juga membantu dalam lingkup materi supaya kegiatan
bisa berjalan sesuai proker-proker yang telah disusun.
2. Lingkungan
masyarakat
Menurut Paul B. Horton
Dalam lingkungan masyarakat terdapat
manusia-manusia yang terbilang mandiri, sudah tinggal bersama-sama dalam jangka
waktu yang cukup lama, berdiam pada satu wilayah dan memiliki kesamaan budaya.
Sebagian besar dari mereka melakukan kegiatan yang sama dan berkomunikasi satu
sama lain.
Keadaan
lingkungan masyarakat di ranting desacenderung apatis, mereka mendukung adanya
IPM ranting desa namun tidak antusias dalam kegiatan-kegiatan dalam IPM ini.
Seharusnya
masyarakat harus bangga dengan masih bertahannya ranting IPM desa ini dan
antusias dalam kegiatan-kegiatan yang telah tersusun dalam program kerja
ranting IPM ini.
B. Penelitian yang Relevan
Penelitian mengenai aktivitas keagamaan telah banyak dilakukan, namun
masih jarang penelitian yang membahas tentang aktivitas keagamaan dalam IPM
yang dilakukan oleh remaja. Oleh karena itu, penelitian ini menitikberatkan
pada aktivitas sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh organisasi IPM. Bahasan
yang berkenaan dengan tema yang diangkat sangat jarang, sehingga penulis
mengambil penelitian yang bersifat lokal.
Beberapa hanya yang relevan dengan penelitian ini, antara lain
ialah buku yang berjudul Peran Serta Muhammadiyah Daerah Kabupaten Bantul
Dalam Era Pembangunan, yang disusun pada tahun 1989 oleh PDM Bantul. Dalam
pembahasannya buku ini memaparkan sejarah berdirinya, pertumbuhan dan
perkembangan Muhammadiyah Bantul serta beberapa amal usaha yang dijalankannya.
Meskipun kapasitas buku ini hanya informasi, tetapi mampu menguak perjalanan
Muhammadiyah dari tahun 1921 sampai 1989.
Penelitian serupa tetapi mengambil kajian berbeda dilakukan Oleh Yudia
Wahyudi (SPI-’95) dengan judul Skripsi Muhammadiyah Daerah Kabupaten Bantul
1965-1999 (Kajian Terhadap Amal Usahanya). Skripsi ini lebih mendalam
mengkaji amal usaha Muhammadiyah Daerah Kabupaten Bantul dari awal pertumbuhan
sampai perkembangan organisasi hingga tahun 1999. Dalam pembahasan skripsi ini
dijelaskan adanya peran serta organisasi otonom dalam perkembangan amal usaha
Muhammadiyah namun masih bersifat umum, untuk itu IRM akan dijadikan
bahan penelitian skripsi selanjutnya.
Adapun tulisan Agung Danarto Ketua PP IRM periode 1990-1993 yang berjudul
Mozaik perjalanan IPM dari Masa ke Masa, merupakan laporan umum
pertumbuhan dan perkembangan IPM dari periode ke periode dengan mengambil aspek
dinamika organisasi, serta bukan merupakan sebuah karya ilmiah.
BAB III
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian
kualititif memiliki kegunaan antara lain untuk memahami interaksi sosial dan
memahami perasaan orang yang sulit untuk dimengerti (Sugiyono, 2011). Pada
penelitian ini, akan menyajikan suatu rangkaian penelitian yang terfokus pada
respon dari dampak keadaan IPM Ranting Desa terhadap masyarakat desa wonorejo, terutama
pada kalangan remaja dan pelajarnya.
Subjek dalam
penelitian kualitatif adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data
dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisi data bersifat induktif, dan
hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat
menggabungkkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah
ada. Bila dalam melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya
pengumpulan data dilakukan sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek
kredibilitas data dengan berbagai teknik peengumpulan data dan berbagai sumber
data. (Sugiyono, 2011:330)
Metode
penelitian kualitatif muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang
suatu realitas/fenomene/gejala. Penelitian kualitatif bertitik tolak dari
paradigma fenomenologis yang objektivitasnya dibangun atas nama situasi
tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu
dan relevan dengan tujuan dari penelitian.
- Tehnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini
teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai
sumber, dan berbagai cara (Sugiyono, 2011). Dalam penelitian kualitatif,
pengumpulan data akan dilakukan pada natural setting (kondisi
yang alamiah), Metode yang akan diterapkan dalam mengumpulkan data antara lain
sebagai berikut.
1.
Observasi (pengamatan)
Terdapat beberapa macam observasi yang dapat dilakukan
oleh peneliti. Dalam penelitian ini, akan menggunakan salah satu metode observasi yaitu observasi tidak berstruktur. Hal ini dilakukan karena peneliti
tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati, dan dalam melakukan
pengamatan, peneliti tidak menggunakan instrument baku, tetapi hanya berupa
rambu-rambu pengamatan (Sugiyono, 2011).
2.
Interview (wawancara)
Menurut Estenberg, wawancara merupakan pertemuan
pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab
sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono,
2011). Seperti halnya observasi,
wawancara juga memiliki beberapa macam jenis. Wawancara yang akan dilakukan
adalah wawancara semiterstruktur, yang merupakan jenis wawancara in-depth
interview. Hal ini dikarenakan, wawancara ini bertujuan untuk menemukan
masalah secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara dimintai
pendapat, dan ide-idenya (Sugiyono, 2011).
BAB
IV
KESIMPULAN
Bahwa keberadaan IPM Ranting Desa
Wonorejo ini sangat membantu masyarakat untuk mengtrol kegiatan para remaja dan
pelajar kedalam kegiatan yang positif, terutama yang bermanfaat dan
berproduktif.
Seharusnya keberadaan IPM Ranting
Desa Wonorejo dimanfaatkan dengan maksimal oleh para remaja dan pelajar untuk
semangat mencari pengalaman dan ilmu yang dapat digali dalam organisasi ini,
pimpinan daerah IPM lebih memperhatikan keistimewaan ranting dalam ranah kerja
di desa.
DAFTAR
PUSTAKA
Sugiyono.2011.Metode Penelitian Pendidikan
(Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).Bandung:Alfabeta.
AD-ART Pimpinan Pusat periode 2010/ 2012
Las Vegas - Casino & Hotel Map - JetBlue - JetBlue
BalasHapusThe Mirage Hotel and Casino is a luxury 과천 출장샵 resort located just 통영 출장안마 off the 경산 출장샵 Las Vegas Strip 하남 출장마사지 in 양산 출장마사지 Paradise, Nevada, United States.