
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA KOMPETENSI DASAR PERSAMAAN
DASAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARATAHUN
AJARAN 2017/2018
BIDANG KEGIATAN
PKM-AI
Diusulkan
Oleh:
ChoriahHanayati A210140137
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2017
LEMBAR
PENGESAHAN
Judul Kegiatan :MeningkatkanKeaktifanBelajarMelalui Model PembelajaranKooperatifTipeTeams Games Tournament (TGT)
PadaKompetensiDasarPersamaanDasarAkuntansiSiswaKelas X AkuntansiSmkMuhammadiyah
2 Klaten Utara TahunAjaran 2017/2018
Sekolah :
SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARA
Anggota : 1. AdzibGaizha F
2. ChoriahHanayati
3. AgustinaWidyAstuti
4. Ro’i
Satin Jannah
|
|
|
Klaten,
30 Agustus 2017
Mengetahui,
|
|
|
Dosen
Pembimbing
|
|
Kepala Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara
|
|
|
(Muhammad
Yahya, M.Si)
NIDN.
0009015502
|
|
(Dra.
Hj. Wafir)
NBM. 614.412
|
|
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)
Choriah
Hanayati
Jurusan
Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ABSTRAK
Abstrak
Penelitian ini merupakan
pendiskripsian hasil penerepan TGT (Teams Games Tournaments)untukmeningkatkankeaktifanbelajarsiswapadamatapelajaranakuntansidasarkelasXakuntansi SMK Muhammadiyah 2 KlatenUtaratahunajaran 2017/ 2018.
Peneliltianinimenggunakanjenispenelitiantindakankelas (PTK). SubyekpenelitianiniadalahsiswakelasXakuntansi1 SMK Muhammadiayah 2 KlatenUtara yang berjumlah 27 siswi dan
X Akuntansi 2 yang berjumlah 26
terdiridari 23 siswidan 3 siswa. Objekpenelitianiniadalahpenerapanmodel Teams Games Tournamentsterhadappelaksanaan
proses pembelajaranmatapelajaranakuntansidasar,
metodepengumpulanmenggunakanobservasi, catatanlapangandandokumentasi.
Prosedurpenelitianiniterdapatempattahapyaitutahapperencanaan, pelaksanaan,
pengamatan, danrefleksi.
HasilpenelitianinimenunjukkanpeningkatankeaktifansiswapadamatapelajaranakuntansidasarkelasXakuntansi 2 SMK Muhammadiyah 2 KlatenUtaratahunpelajaran 2017/ 2018 denganmenerapkan model Teams Games Tournaments (TGT). Hal
inidibuktikandenganobservasisebelumtindakan,presentasekeaktifanbelajarsiswa45%
disiklus I, kemudian setelah
diterapkan metode ini presentase keaktifan siswa meningkat menjadi 89%.
Kata Kunci:
KeaktifanBelajar, teams
Games Tournaments.
ABSTRACT
This
research is a description of the results of TGT (Teams Games Tournaments) to
improve students' learning activity in the basic accounting subjects of class x
accounting SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara of 2017/2018 academic year. This
research uses classroom action research (PTK). The subjects of this study are
the students of class X accounting 1 SMK Muhammadiayah 2 Klaten Utara
consisting of 27 students and class X accounting 2 is 26 consisting of 23
students and 3 students . The object of this research is the application of
Teams Games Tournaments model to the implementation of learning process of
basic accounting subjects, collection method using observation, field notes and
documentation. The procedure of this research there are four stages of
planning, implementation, observation, and reflection. The results of this
study indicate the increase of students' activity on the basic accounting
subjects of class X accounting 2 SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara of the
academic year 2017/2018 by applying the model of Teams Games Tournaments (TGT).
This is evidenced by the observation before the action, the percentage of
students' active learning activities 45% in cycle I, then after applied this
method percentage of student activeness increased to 89%.
Keywords:
Activity
Learning, teams Games Tournaments.
PENDAHULUAN
Sesuaidenganfungsidantujuanpendidikannasionaldalam
UU No. 20 Tahun 2003, Indonesia menginginkanpendidikan yang lebihbaik. Hal
tersebut yang melatarbelakangipergantiankurikulumsecaraterus-menerus. Diperlukan
adanya mutu pendidkan yang tinggi demi meningkatan sumber daya manusia
tersebut. Pendidikan yang dimaksud adalah siswa yang dituntut lebih aktif dan
kreatif dalam pembelajaran atau pembelajaran berpusat pada siswa (student
centre) dan sebaliknya bukan sepenuhnya guru yang memberikan pengetahuan
kepada siswa (teacher centre) atau sebagai sumber satu-satunya untuk
belajar karena guru sebagai fasilitator dan motivator untuk mencapai tujuan
pendidikan.Tujuan utama pendidikan yang tercantum dalam Undang-undang No.20
pasal 3 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggungjawab.
Sesuai dengan prinsip-prinsip
pelaksanaan Kurikulum 2013 yang menyebutkan bahwa kurikulum harus membekali
siswa dengan kecakapan dan keterampilan, maka mata diklat akuntansi di SMK
merupakan salah satu program kejuruan yang tidak hanya mengkaji teori saja
tetapi juga memaksimalkan praktek yang memang sangat dibutuhkan nantinya untuk
dapat diterapkan di dunia kerja. Salah satu kompetensi dasar dalam kompetensi
keahlian akuntansi yaitu persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi
menjadi dasar untuk siswa mempelajari kompetensi selanjutnya. Dalam mempelajari
persamaan dasar akuntansi memang membutuhkan perhatian dan latihan yang lebih.
Hal ini dikarenakan siswa masih awam pengetahuannya untuk akuntansi. Dengan
banyaknya materi yang dipelajari serta pemahaman yang cukup kuat, masih banyak
siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari kompetensi dasar ini.
Berdasarkan hasil observasi kelas X
bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi kompetensi dasar
persamaan dasar akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan adanya siswa yang
mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal sehingga guru sering
mengadakan pengajaran remedial. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata
diklat produktif akuntansi dalam kegiatan belajar mengajar masih sebatas
pembelajaran konvensional dan penugasan soal-soal. Berdasarkan hasil kroscek ke
siswa yang dilakukan dengan cara menyebar angket yang berisi tawaran untuk
diterapkannya model pembelajaran yang bervariasi diperoleh keterangan bahwa 80%
siswa menyatakan sangat setuju untuk diadakannya model pembelajaran yang
bervariasi dan 20% siswa menyatakan setuju.
Metode pembelajaran kooperatif tipe TGT
ini dipilih sebagai salah satu alternatif dan variasi baru dalam kegiatan
belajar mengajar di kelas agar siswa tidak merasa bosan dan dapat mengembangkan
aktivitas dan kreatifitas siswa untuk berpikir, berargumen, berbicara, dan
mengutarakan gagasan-gagasannya yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar siswa. TGT terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap presentasi
kelas (class presentation), belajar dalam kelompok (teams),
permainan (games), pertandingan (tournament), penghargaan
kelompok (teams recognition). TGT yaitu salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan 5-6
siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras yang berbeda.
Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotivasi siswa
untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang
berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Efekivitas proses
pembelajaran yaitu mengenai akivitas siswa selama belajar menggunakan metode
TGT juga diukur menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Selain itu,
dipilihnya metode pembelajaran ini dikarenakan pada kompetensi dasar persamaan
dasar akuntansi membutuhkan ketelitian dalam mencatat transaksi yang pada
dasarnya akan mengakibatkan perubahan yang seimbang pada unsur harta, hutang,
dan modal. Dengan pembahasan secara detail dan menarik yang dilakukan dalam
kelompok-kelompok kecil diharapkan dapat mencakup seluruh materi dan siswa
dapat menguasai materi secara mendalam.
TUJUAN
Dilihat dari latar belakang masalah yang
terjadi maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan artikel ini adalah
dalam bentuk penjabaran tujuan umum dan tujuankhusus. Berikut penjabarannya.
1. Tujuanumum
Untukmengetahuibahwa model pembelajarantipeTeams
Games Tournament (TGT) dapatmeningkatkankeaktifan belajar maupun hasilbelajarakuntansipadakompetensidasarpersamaandasarakuntansikelas
X program keahlianakuntansi
SMK Muhammmadiyah 2 Klaten Utara.
2. Tujuankhusus
a.
Untukmengidentifikasi keaktifan belajar siswa kelas X.
b.
Untukmengidentifikasihasil belajarsiswakelas X.
c.
Untukmengetahui model pembelajaran tipe Teams
Games Tournament (TGT) lebihtinggidaripadametodepembelajarankonvensionaldalammeningkatkanhasilbelajarakuntansipadakompetensidasarpersamaandasarakuntansikelas
X program keahlianakuntansi di SMK
Muhammmadiyah 2 Klaten Utara.
METODE
Penelitian ini termasuk jenis ex-post facto. Penelitian ex-post facto dalam hal ini adalah data
hasil dari peristiwa yang sudah berlangsung dan tidak ada manipulasi terhadap
variable-variabelinya tetapi hanya akan diungkap fakta berdasarkan pengukuran
gejala yang telah ada pada diri responden berdasarkan observasi maupun
wawancara atau pengisian angket. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan
kelas karena data yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan dikelas.
Menurut sifat masalahnya, penelitian ini merupakan penelitian korelasional
karena bertujuan untuk mengungkap hubungan antara satu variable dengan variabel
lainnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah
2 Klaten Utara dengan populasi penelitian kelas X program keahlian akuntansi
tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 2 (dua) kelas yaitu kelas X AK I yang
berjumlah 27 siswa dan kelas X AK II yang berjumlah 26 siswa sehingga
penelitian ini disebut penelitian populasi. Sampel diambil dengan pertimbangan
bahwa populasi bersifat homogen karena siswa diampu oleh guru yang sama, berada
pada tingkat kelas yang sama, tidak ada pembagian kelas berdasarkan rangking
dan kurikulum yang diajarkan sama.
Pelaksanaan pembelajaran kompetensi
dasar persamaan dasar akuntansi yang dilakukan di kelas eksperimen (XAK 2)
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament
(TGT). Pembelajaran dilakukan sebanyak 9 (empat) kali pertemuan. Pertemuan pertama
dilakukan pada hari jum’at tanggal 11
agustus 2017, pertemuankeduasabtutanggal 12 agustus 2017,
pertemuanketigajum’attanggal 18 gustus 2017,
pertemuankeempatdankelimaselasatanggal 22 agustus 2017,
petemuankeenamjum’attanggal 25 agustus 2017, pertemuanketujuhsabtutaggal 26
agustus 2017, pertemuankedelapanselasatanggal 29 agustus 2017,
danpertemuanterakhirselasatanggal 29 agustus 2017. Proses
pembelajaranpadakelaskontrolmenerapkan model
pembelajarankonvensionalyaituceramah, tanyajawab, danlatihansoal.
Data aktivitasbelajarsiswadiperolahdarikegiatanobservasipembelajaran
di kelas X AK 1 dan X AK 2. Pengamatan yang dilakukanpada X AK 1 sebanyak 4
kali pertemuandan di X AK 2 sebanyak 5 kali pertemuan.
Pertemuanpertamasampaipertemuanketujuhpemahamanmateridenganmengerjakanlatihansoal,
dan 2 kali pertemuanterakhirdigunkanuntukulanganakhirmateri, ada
7 aspek penilaian aktivitas siswa yang dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
AspekPenilaianAktifitasSiswa
|
No
|
Aspek yang dinilai
|
|
1.
|
Kehadirandankesiapansiswadalampembelajaran
|
|
2.
|
Perhatiansiswapadamateri yang diajarkan
|
|
3.
|
Keterbukaandengantemanmaupundengan guru
|
|
4.
|
Mengerjakantugastepatwaktu
|
|
5.
|
Keberaniandalammempresentasikantugas di
depankelas
|
Sumber : Instrumen pengamatan
aktivitas siswa
Hal ini ditunjukkan dengan persentase
peningkatan aktivitas siswa pada kelas eksperimen sebesar 13,37 % lebih besar
daripada kelas kontrol sebesar 11%,serta kriteria aktivitas kelas eksperimen
dari yang sudah dikategorikan aktif menjadi sangat aktif, sedangkan kelas
kontrol aktivitas siswanya dikategorikan cukup aktif menjadi aktif. Secara
umum, aktivitas siswa kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol. Hal
ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT
mampu meningkatkan aktivitas siswa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa
rata-rata nilai pre test antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen
tidak jauh berbeda yaitu 70,52 dan 69,36 dengan selisih sebesar 1,16. Deskripsi
hasil pre test siswa kelas eksperimen dan kontrol disajikan dalam tabelberikutini:
DeskripsiHasilPre test
|
No
|
Komponen
|
Pre test
|
|
|
Kontrol
|
Eksperimen
|
||
|
1
|
BanyakSiswa
|
27
|
26
|
|
2
|
Rerata
|
70,52
|
69,36
|
|
3
|
Nilaitertinggi
|
91,43
|
94,29
|
|
4
|
Nilaiterendah
|
42,86
|
37,14
|
|
KKM= 76
|
|||
|
5.
|
Nilaituntas (%)
|
51,22%
|
45%
|
|
6.
|
Nilaitidaktuntas (%)
|
48,78%
|
55%
|
Sumber
: Data penelitian diolah 2017
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
individual dan klasikal untuk kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi adalah
76 dan 75%, sehingga berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada
kedua kelas penelitianbelum ada yang mencapai KKM. Hal tersebut terjadi karena
siswa belum mendapatkan materi persamaan dasar akuntansi.
Hasil analisis nilai post test antara
kelas kontrol dan kelas eksperimen mengalami perbedaan rata-rata sebesar 7,77.
Rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Deskripsi
hasil post test kelas kontrol dan eksperimen disajikan pada tabelberikutini:
Deskripsihasilpost test
|
No
|
Komponen
|
Post test
|
|
|
Kontrol
|
Eksperimen
|
||
|
1.
|
BanyakSiswa
|
27
|
26
|
|
2.
|
Rerata
|
74,73
|
82,50
|
|
3.
|
Nilaitertinggi
|
96
|
92
|
|
4.
|
Nilaiterendah
|
52
|
56
|
|
KKM= 76
|
|||
|
5.
|
Nilaituntas (%)
|
73,13%
|
90%
|
|
6.
|
Nilaitidaktuntas (%)
|
26,83%
|
10%
|
Sumber : Data penelitian diolah 2017
Berdasarkan tabel
diatas sebanyak 26,83 % (11 siswa) kelas kontrol belum mencapai KKM dan 10 % (4
siswa) kelas eksperimen belum mencapai KKM. Terjadi perbedaan hasil yang
signifikan pada kelas kontrol dan eksperimen karena adanya perlakuan yang
berbeda. Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) sedangkan pada kelas kontrol
menggunakan pembelajaran konvensional yaitu ceramah, tanya jawab dan latihan
soal.
KESIMPULAN
Model
pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar persamaan dasar
akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kelas X Akuntansi tahun ajaran
2017/2018, dapat dilihat dari nilai rata – rata sebelum perlakuan adalah 69,36
sedangkan nilai rata – rata sesudah perlakuan adalah 82,50. Keaktifan belajar dan hasil belajar akuntansi
pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi yang menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih tinggi
dibanding model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar
siswa SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kelas X AK tahun ajaran 2017/2018, dapat
dilihat dari presentase ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen setelah
perlakuan sebesar 89% sedangkan sebelum perlakuan sebesar 45%. Selain itu, juga
dapat dilihat pada rata-rata nilai post test pada kelas eksperimen yaitu
82,50 lebih tinggi dibanding rata-rata nilai post test kelas kontrol
yaitu 74,73.
UCAPAN TERIMAKASIH
Kepada kepala sekolah, guru serta
siswa-siswa SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kami mengucapkan terimakasih atas
perkenaannya dalam penelitian ini serta bimbingan dan pengarahan yang diberikan
kepada kami. Semoga pelaksanaan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak. Selain itu untuk dosen pembimbing yang sudah mengarahkan selama
penelitian berlangsung. Dan tidak lupa untuk orang tua dan teman-teman yang telah
mensuprort selama penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati
dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Huda, Miftahul. 2011. Cooperatif
Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan.Yogyakarta : Pustaka
Pelajar
Widyaningtyas, Dita.2010. Efektifitas
model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam upaya meningkatkan
prestasi belajar akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi siswa kelas
XI Sosial SMA Negeri 1 Dukun Kabupaten Magelang tahun ajaran 2009/2010. Skripsi.
Semarang. UNNES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar