Rabu, 04 April 2018

PKM-AI TGT


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT  (TGT) PADA KOMPETENSI DASAR PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARATAHUN AJARAN 2017/2018

BIDANG KEGIATAN
PKM-AI

Diusulkan Oleh:

ChoriahHanayati   A210140137


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2017



LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kegiatan    :MeningkatkanKeaktifanBelajarMelalui Model PembelajaranKooperatifTipeTeams Games Tournament  (TGT) PadaKompetensiDasarPersamaanDasarAkuntansiSiswaKelas X AkuntansiSmkMuhammadiyah 2 Klaten Utara TahunAjaran 2017/2018
Sekolah           : SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARA
Anggota          :   1.  AdzibGaizha F
2.    ChoriahHanayati
3.    AgustinaWidyAstuti
4.    Ro’i Satin Jannah





Klaten, 30 Agustus 2017

Mengetahui,
Dosen
Pembimbing


Kepala Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara





(Muhammad Yahya, M.Si)
NIDN. 0009015502





(Dra. Hj. Wafir)
NBM. 614.412




MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT  (TGT)

Choriah Hanayati


Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

ABSTRAK
Abstrak
            Penelitian ini merupakan pendiskripsian hasil penerepan TGT (Teams Games Tournaments)untukmeningkatkankeaktifanbelajarsiswapadamatapelajaranakuntansidasarkelasXakuntansi SMK Muhammadiyah 2 KlatenUtaratahunajaran 2017/ 2018. Peneliltianinimenggunakanjenispenelitiantindakankelas (PTK). SubyekpenelitianiniadalahsiswakelasXakuntansi1 SMK Muhammadiayah 2 KlatenUtara yang berjumlah 27 siswi dan X Akuntansi 2 yang berjumlah 26 terdiridari 23 siswidan 3 siswa. Objekpenelitianiniadalahpenerapanmodel Teams Games Tournamentsterhadappelaksanaan proses pembelajaranmatapelajaranakuntansidasar, metodepengumpulanmenggunakanobservasi, catatanlapangandandokumentasi. Prosedurpenelitianiniterdapatempattahapyaitutahapperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi. HasilpenelitianinimenunjukkanpeningkatankeaktifansiswapadamatapelajaranakuntansidasarkelasXakuntansi 2 SMK Muhammadiyah 2 KlatenUtaratahunpelajaran 2017/ 2018 denganmenerapkan model Teams Games Tournaments (TGT). Hal inidibuktikandenganobservasisebelumtindakan,presentasekeaktifanbelajarsiswa45% disiklus I, kemudian setelah diterapkan metode ini presentase keaktifan siswa meningkat menjadi 89%.
Kata Kunci:
KeaktifanBelajar, teams Games Tournaments.



ABSTRACT
This research is a description of the results of TGT (Teams Games Tournaments) to improve students' learning activity in the basic accounting subjects of class x accounting SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara of 2017/2018 academic year. This research uses classroom action research (PTK). The subjects of this study are the students of class X accounting 1 SMK Muhammadiayah 2 Klaten Utara consisting of 27 students and class X accounting 2 is 26 consisting of 23 students and 3 students . The object of this research is the application of Teams Games Tournaments model to the implementation of learning process of basic accounting subjects, collection method using observation, field notes and documentation. The procedure of this research there are four stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study indicate the increase of students' activity on the basic accounting subjects of class X accounting 2 SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara of the academic year 2017/2018 by applying the model of Teams Games Tournaments (TGT). This is evidenced by the observation before the action, the percentage of students' active learning activities 45% in cycle I, then after applied this method percentage of student activeness increased to 89%.
Keywords:
Activity Learning, teams Games Tournaments.

PENDAHULUAN
Sesuaidenganfungsidantujuanpendidikannasionaldalam UU No. 20 Tahun 2003, Indonesia menginginkanpendidikan yang lebihbaik. Hal tersebut yang melatarbelakangipergantiankurikulumsecaraterus-menerus. Diperlukan adanya mutu pendidkan yang tinggi demi meningkatan sumber daya manusia tersebut. Pendidikan yang dimaksud adalah siswa yang dituntut lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran atau pembelajaran berpusat pada siswa (student centre) dan sebaliknya bukan sepenuhnya guru yang memberikan pengetahuan kepada siswa (teacher centre) atau sebagai sumber satu-satunya untuk belajar karena guru sebagai fasilitator dan motivator untuk mencapai tujuan pendidikan.Tujuan utama pendidikan yang tercantum dalam Undang-undang No.20 pasal 3 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan Kurikulum 2013 yang menyebutkan bahwa kurikulum harus membekali siswa dengan kecakapan dan keterampilan, maka mata diklat akuntansi di SMK merupakan salah satu program kejuruan yang tidak hanya mengkaji teori saja tetapi juga memaksimalkan praktek yang memang sangat dibutuhkan nantinya untuk dapat diterapkan di dunia kerja. Salah satu kompetensi dasar dalam kompetensi keahlian akuntansi yaitu persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi menjadi dasar untuk siswa mempelajari kompetensi selanjutnya. Dalam mempelajari persamaan dasar akuntansi memang membutuhkan perhatian dan latihan yang lebih. Hal ini dikarenakan siswa masih awam pengetahuannya untuk akuntansi. Dengan banyaknya materi yang dipelajari serta pemahaman yang cukup kuat, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari kompetensi dasar ini.
Berdasarkan hasil observasi kelas X bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal sehingga guru sering mengadakan pengajaran remedial. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata diklat produktif akuntansi dalam kegiatan belajar mengajar masih sebatas pembelajaran konvensional dan penugasan soal-soal. Berdasarkan hasil kroscek ke siswa yang dilakukan dengan cara menyebar angket yang berisi tawaran untuk diterapkannya model pembelajaran yang bervariasi diperoleh keterangan bahwa 80% siswa menyatakan sangat setuju untuk diadakannya model pembelajaran yang bervariasi dan 20% siswa menyatakan setuju.
Metode pembelajaran kooperatif tipe TGT ini dipilih sebagai salah satu alternatif dan variasi baru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas agar siswa tidak merasa bosan dan dapat mengembangkan aktivitas dan kreatifitas siswa untuk berpikir, berargumen, berbicara, dan mengutarakan gagasan-gagasannya yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. TGT terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap presentasi kelas (class presentation), belajar dalam kelompok (teams), permainan (games), pertandingan (tournament), penghargaan kelompok (teams recognition). TGT yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan 5-6 siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Efekivitas proses pembelajaran yaitu mengenai akivitas siswa selama belajar menggunakan metode TGT juga diukur menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Selain itu, dipilihnya metode pembelajaran ini dikarenakan pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi membutuhkan ketelitian dalam mencatat transaksi yang pada dasarnya akan mengakibatkan perubahan yang seimbang pada unsur harta, hutang, dan modal. Dengan pembahasan secara detail dan menarik yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil diharapkan dapat mencakup seluruh materi dan siswa dapat menguasai materi secara mendalam.

TUJUAN
Dilihat dari latar belakang masalah yang terjadi maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan artikel ini adalah dalam bentuk penjabaran tujuan umum dan tujuankhusus. Berikut penjabarannya.
1.      Tujuanumum
Untukmengetahuibahwa model pembelajarantipeTeams Games Tournament (TGT) dapatmeningkatkankeaktifan belajar maupun hasilbelajarakuntansipadakompetensidasarpersamaandasarakuntansikelas X program keahlianakuntansi SMK Muhammmadiyah 2 Klaten Utara.

2.      Tujuankhusus
a.       Untukmengidentifikasi keaktifan belajar siswa kelas X.
b.      Untukmengidentifikasihasil belajarsiswakelas X.
c.       Untukmengetahui model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) lebihtinggidaripadametodepembelajarankonvensionaldalammeningkatkanhasilbelajarakuntansipadakompetensidasarpersamaandasarakuntansikelas X program keahlianakuntansi di SMK Muhammmadiyah 2 Klaten Utara.

METODE
Penelitian ini termasuk jenis ex-post facto. Penelitian ex-post facto dalam hal ini adalah data hasil dari peristiwa yang sudah berlangsung dan tidak ada manipulasi terhadap variable-variabelinya tetapi hanya akan diungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri responden berdasarkan observasi maupun wawancara atau pengisian angket. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas karena data yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan dikelas. Menurut sifat masalahnya, penelitian ini merupakan penelitian korelasional karena bertujuan untuk mengungkap hubungan antara satu variable dengan variabel lainnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara dengan populasi penelitian kelas X program keahlian akuntansi tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 2 (dua) kelas yaitu kelas X AK I yang berjumlah 27 siswa dan kelas X AK II yang berjumlah 26 siswa sehingga penelitian ini disebut penelitian populasi. Sampel diambil dengan pertimbangan bahwa populasi bersifat homogen karena siswa diampu oleh guru yang sama, berada pada tingkat kelas yang sama, tidak ada pembagian kelas berdasarkan rangking dan kurikulum yang diajarkan sama.
Pelaksanaan pembelajaran kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi yang dilakukan di kelas eksperimen (XAK 2) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Pembelajaran dilakukan sebanyak 9 (empat) kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari jum’at tanggal 11 agustus 2017, pertemuankeduasabtutanggal 12 agustus 2017, pertemuanketigajum’attanggal 18 gustus 2017, pertemuankeempatdankelimaselasatanggal 22 agustus 2017, petemuankeenamjum’attanggal 25 agustus 2017, pertemuanketujuhsabtutaggal 26 agustus 2017, pertemuankedelapanselasatanggal 29 agustus 2017, danpertemuanterakhirselasatanggal 29 agustus 2017. Proses pembelajaranpadakelaskontrolmenerapkan model pembelajarankonvensionalyaituceramah, tanyajawab, danlatihansoal.
Data aktivitasbelajarsiswadiperolahdarikegiatanobservasipembelajaran di kelas X AK 1 dan X AK 2. Pengamatan yang dilakukanpada X AK 1 sebanyak 4 kali pertemuandan di X AK 2 sebanyak 5 kali pertemuan. Pertemuanpertamasampaipertemuanketujuhpemahamanmateridenganmengerjakanlatihansoal, dan 2 kali pertemuanterakhirdigunkanuntukulanganakhirmateri, ada 7 aspek penilaian aktivitas siswa yang dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

AspekPenilaianAktifitasSiswa

No
Aspek yang dinilai
1.
Kehadirandankesiapansiswadalampembelajaran
2.
Perhatiansiswapadamateri yang diajarkan
3.
Keterbukaandengantemanmaupundengan guru
4.
Mengerjakantugastepatwaktu
5.
Keberaniandalammempresentasikantugas di depankelas
Sumber : Instrumen pengamatan aktivitas siswa

Hal ini ditunjukkan dengan persentase peningkatan aktivitas siswa pada kelas eksperimen sebesar 13,37 % lebih besar daripada kelas kontrol sebesar 11%,serta kriteria aktivitas kelas eksperimen dari yang sudah dikategorikan aktif menjadi sangat aktif, sedangkan kelas kontrol aktivitas siswanya dikategorikan cukup aktif menjadi aktif. Secara umum, aktivitas siswa kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu meningkatkan aktivitas siswa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre test antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen tidak jauh berbeda yaitu 70,52 dan 69,36 dengan selisih sebesar 1,16. Deskripsi hasil pre test siswa kelas eksperimen dan kontrol disajikan dalam tabelberikutini:
DeskripsiHasilPre test
No
Komponen
Pre test
Kontrol
Eksperimen
1
BanyakSiswa
27
26
2
Rerata
70,52
69,36
3
Nilaitertinggi
91,43
94,29
4
Nilaiterendah
42,86
37,14
KKM= 76
5.
Nilaituntas (%)
51,22%
45%
6.
Nilaitidaktuntas (%)
48,78%
55%
Sumber : Data penelitian diolah 2017
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) individual dan klasikal untuk kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi adalah 76 dan 75%, sehingga berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada kedua kelas penelitianbelum ada yang mencapai KKM. Hal tersebut terjadi karena siswa belum mendapatkan materi persamaan dasar akuntansi.
Hasil analisis nilai post test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen mengalami perbedaan rata-rata sebesar 7,77. Rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Deskripsi hasil post test kelas kontrol dan eksperimen disajikan pada tabelberikutini:
Deskripsihasilpost test
No
Komponen
Post test
Kontrol
Eksperimen
1.
BanyakSiswa
27
26
2.
Rerata
74,73
82,50
3.
Nilaitertinggi
96
92
4.
Nilaiterendah
52
56
KKM= 76
5.
Nilaituntas (%)
73,13%
90%
6.
Nilaitidaktuntas (%)
26,83%
10%
Sumber : Data penelitian diolah 2017
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 26,83 % (11 siswa) kelas kontrol belum mencapai KKM dan 10 % (4 siswa) kelas eksperimen belum mencapai KKM. Terjadi perbedaan hasil yang signifikan pada kelas kontrol dan eksperimen karena adanya perlakuan yang berbeda. Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional yaitu ceramah, tanya jawab dan latihan soal.
KESIMPULAN
Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kelas X Akuntansi tahun ajaran 2017/2018, dapat dilihat dari nilai rata – rata sebelum perlakuan adalah 69,36 sedangkan nilai rata – rata sesudah perlakuan adalah 82,50.  Keaktifan belajar dan hasil belajar akuntansi pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih tinggi dibanding model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kelas X AK tahun ajaran 2017/2018, dapat dilihat dari presentase ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen setelah perlakuan sebesar 89% sedangkan sebelum perlakuan sebesar 45%. Selain itu, juga dapat dilihat pada rata-rata nilai post test pada kelas eksperimen yaitu 82,50 lebih tinggi dibanding rata-rata nilai post test kelas kontrol yaitu 74,73.

UCAPAN TERIMAKASIH
Kepada kepala sekolah, guru serta siswa-siswa SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara kami mengucapkan terimakasih atas perkenaannya dalam penelitian ini serta bimbingan dan pengarahan yang diberikan kepada kami. Semoga pelaksanaan penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Selain itu untuk dosen pembimbing yang sudah mengarahkan selama penelitian berlangsung. Dan tidak lupa untuk orang tua dan teman-teman yang telah mensuprort selama penelitian ini.






DAFTAR PUSTAKA
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Huda, Miftahul. 2011. Cooperatif Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Widyaningtyas, Dita.2010. Efektifitas model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam upaya meningkatkan prestasi belajar akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi siswa kelas XI Sosial SMA Negeri 1 Dukun Kabupaten Magelang tahun ajaran 2009/2010. Skripsi. Semarang. UNNES

Tidak ada komentar:

Posting Komentar