KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah hirobbil ‘alamin dengan
mengucap puji syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan atas nikmat-Nyalah penulis dapat menyusun Laporan Kuliah
Kerja Lapangan (KKL) ini yang dilaksanakan di Situbondo - Bali pada tanggal 3-8
Novenber 2016 dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana.
Penyusunan
laporan ini sebagai pertanggung jawaban atas perjanalanan KKL yang telah
penulis laksanakan dan guna melengkapi persyaratan mengikuti mata kuliah Kuliah
Kerja Lapangan (KKL) pada semester ganjil. Dalam laporan ini penulis mencoba
untuk menguraikan mengenai profil perusahaan yang dikunjungi selama masa KKL
danpembahasan tempat yang dikunjungi, serta diakhiri memaparkan kegiatan yang
dilaksanakan.
Dengan
selesainya penulisan laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini penulis tidak
terlepas dari bantuan berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga terutama pada
kedua orang tua tercinta yang selama ini memberikan kasih sayang, perhatian,
dan semangat, serta do’a yang tiada henti dipanjatkan untuk penulis, serta
laporan ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik moril maupun
materiil maka penulis menyampaikan terima kasih dengan rasa hormat kepada:
1.
Dra. Hj. Titik Asmawati, SE. M.si selaku
Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta
yang telah berkenan memberikan ijin dalam penyusunan laporan ini,
2.
Sapto Mei
Budiyanto, selaku dosen pembimbing yang telah bertanggung jawab
untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan laporan ini,
3.
Teman-teman yang selalu memberikan
dukungan kepada penulis dalam menjalankan Kuliah Kerja Lapangan,
4.
Semua pihak, yang memberikan bimbingan
dan membantu selama penyusunan laporanini.
Penulis menyadari masih banyak
kekurangan dan kelemahan yang masih jauh dari kesempurnaan dalam menyusun
laporan ini. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun agar laporan kuliah kerja lapangan ini bisa bermanfaat,
khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan
terima kasih, semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal terhadap
pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktek kerja bisnis
ini. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perguruan
tinggi sebagai institusi pendidikan yang memiliki peran besar dalam upaya
pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing bangsa.Dalam
era globalisasi pendidikan cukup berkembang pesat,dilatarbelakangi oleh kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
semakin pesat menuntut mahasiswa untuk mengimbanginya agar tidak tertinggal
jauh.Salah satu upaya menanggapi tuntutan tersebut adalah dengan memberikan
pengalaman kepada mahasiswa yang berorientasi pada perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang ada.Dalam proses pembelajaran, tentu saja kita
tidak hanya terpaku dalam ruang lingkup metode klasik pendidikan saat ini, tetapi
kita dapat belajar melalui pengalaman langsung di lapangan, yang tentu saja
dapat memaksimalkan hasil belajar mahasiswa.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis lapangan.KKL ini merupakan
jawaban atas tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis
lapangan yang dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memenuhi pembelajaran.Tujuan
secara umum diadakannya KKL ini supaya mahasiswa dapat secara langsung
mengetahui aplikasi dari berbagai ilmu maupun teori yang telah diperoleh selama
pembelajaran dan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dibidang
kewirausahaan, sehingga diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa dalam
menghadapi tuntutan perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK yang semakin pesat.
B.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini
adalah:
1.
Mahasiswa
dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung tentang dunia kewirausahaan.
2.
Mahasiswa
dapat mengetahui tentang objek yang ada di daerah Bali sebagai bahan untuk
mencari teori pembelajaran.
C.
Manfaat kegiatan
Kegiatan KKL Jurusan Pendidikan
Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta mempunyai manfaat antara lain:
1.
Memberikan
pengalaman dan pengetahuan yang lebih kepada mahasiswa mengenai dunia bisnis.
2.
Menumbuhkan
solidaritas dan rasa kekeluargaan mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2014.
3.
Memotivasi
mahasiswa untuk berwirausaha.
4.
Memberi
bekal perencanaan usaha bagi mahasiswa.
D.
Waktu Pelaksanaan KKL
Pelaksanaan KKL dilaksanakan pada:
Hari : Kamis – Selasa
Tanggal :
03-08 November 2016
Pukul :
19.00 s/d selesai
Tempat :
Situbondo – Bali
E.
Objek Kunjungan
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini kunjungan-kunjungan yang
dilakukan pada :
1.
Kunjungan
pabrik gula Assembagoes Situbondo
2.
Kunjungan
UMKM Kerajinan Bambu Widya Hendicreft
3.
Kunjungan
wisata :
a.
Pantai
Lovina
b.
Bedugul
c.
Joger
d.
Sendra
Tari Kecak
e.
Tanjung
Benoa
f.
Pantai
Pandawa
g.
Pantai
Dreamlnd
h.
Garuda
Wisnu Kencana (GWK)
i.
Pantai
Jimbaran
j.
Krisna
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kunjungan PG. Assembagoes
Assembagoes yang berlokasi di desa Trigonco Timur,
Assembagoes, kabupaten Situbondo, Jawa Timur berdiri pada tahunn 1891 oleh
pemerintah Belanda dan sekitat 66 tahun pengoperasiannya dilakukan oleh belanda
dan selanjutnya pada tanggal 12 Desember 1957 diambil alih oleh bangsa
Indonesia.
Pabrik gula Assembagoes merupakan lambing
keberhasilan dalam pengelolaan kebun dan pabrik yang terintegrasi. dukungan
lahan dan hak guna usaha baik di Assembagoes maupunn Banyuwangi sangat menopang
keberadaan pabrik, tidak saja dalam pemasokan tebu secara berkelanjutan, namun juga
terselenggaranya kebun bibit dan implementasian yang sangat efektif dalam
mewujudkan media pembelajaran bagi para petani. Limbah pada pabrik gula berupa Blotong (filter cake) yang didokompposisikan dan diperkaya nutrisi menjadi Biofertilizer dimanfaatkan untuk menjaga
dan meningkatkan kesuburan tanah.
Daya saing tebu yang lebih tinggi disbanding
ko,oditas agribisnis lain, menjadi tanaman alternative paling menguntungkan.
Produksi yang melimpah menyebabkan surplus sehingga sebagian di pasok untuk
PG-PG lain. Dalam konteks ini rencana kerjasama pemanfaatan lahan perkebunan
untuk ditanami tebu.Upaya menarik animo petani juga dilakukan melalui perbaikan
kinerja pabrik dan kelancaran penggilingan.
Sadar akan pentingnya tebu dalam pemenuhan kebutuhan
bahan baku dan pengembangan pabrik gula lebih lanjut, pelayanan prima kepada
petani terus diupayakan dengan sebaik-baiknya. Secara periodic pabrik
menyelenggarakan Forum Temu Kemitraan (FTK) guna membahas berbagai persoalan
yang dihadapi petani, baik di luar maupun dalam masa giling.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas, pabrik gula
Assembagoes melakukan optimalisasi masa tanam dan penataan varietas menuju
komposis ideal dengan proporsi antara masak awal, tengah dan akhir dengan
sasaran 2010-2011 berbanding 30-40-30. Melalui teknik seperti ini, diharapkan
petani dapat belajar lebih banyak tentang pengelolaan kebun melalui Best Agricultural practices.
Adapun kualitas bahan baku tebu yang digunakan pada
PG. Assembagoes:
1.
Manis
a.
Umur tebu
ditebang minimal 11 bulan dengan larut minimal di awal rata-rata 18% dan
kondisi tebu memenuhi syarat dan layak tebang.
b.
Tebangan bawah tanah
10cm (angka analisa dongkelan <20 Ku/Ha).
c.
Pemotongan pucuk
5 ruas dari atas harus di buang.
d.
Sogolan tidak
boleh dibawa, dan diangkut tetapi dicacah dan dibuang.
2.
Segar
a.
Tebu yang sudah
ditebang harus diangkut dan dibawa ke pabrik pada hari itu juga, karena
keterlambatan akan menurunkan Rendement.
b.
Pasokan tebu
harus sesuai KIS (20% sisa pagi).
c.
Tabangan lori
dilarang ada restan (sisa di kebun tidak tertarik).
d.
Diharapkan
adanya informasi yang cepat dari pabrik apabila ada kekurangan (Stop B), sehingga tebangan dapat
menyesuaikan pasokan tebu sesuai KIS pada hari itu.
3.
Bersih
a.
Tebu yang akan
ditebang sudah di klentek tidak ada rabetan dan rawe (gulma menjalar)
b.
Tebu yang
diangkut ke pabrik harus bersih dari daun, akar, tanah, dan sogolan.
c.
Penempatan tebu
yang sudah ditebang harus terpisah dari daduk.
B.
Kunjungan UMKM Kerajinan Bambu Widya
Hendicreft
Kerajinan bambu di desa Gintangan merupakan warisan budaya
masyarakat sejak lama.Warga desa disana dikaruniai keahlian menganyam dan
membuat bermacam kerajinan dari bambu secara turun-temurun dari generasi ke
generasi.Berbagai alat kebutuhan rumah tangga khususnya peralatan dapur dibuat
dari bahan bambu oleh warga desa Gintangan.Sampai pada tahun 1970an produk
kerajinan bambu di desa Gintangan mengalami perkembangan besar yang datang dari
warga desa yang merantau.Mereka membawa inovasi bentuk, yaitu inovasi motif
maupun kegunaan produk kerajinan anyaman bambu yang lebih modern.Perubahan ini
berdampak positif pada nilai jual produk kerajinan bambu sehingga meningkatan
ekonomi masyarakat pengerajin di desa Gintangan.
Sejak saat itu sebagian warga desa berupaya memberdayakan
potensi yang dimiliki sebagai sumber pendapatan sembari melestarikan warisan
budaya desa. Beberapa warga membentuk kelompok kerja dan sebagian lain
mendirikan usaha kecil. Salah satu warga tersebut yaitu Bapak Widodo merupakan
pendiri perusahaan Widya Handicraft yang didirikan pada tahun 1991. Kini usia
beliau 55 tahun, hingga saat ini masih kreatif menciptakan inovasi dibidang
kerajinan bambu. Seorang purnawirawan pegawai negeri sipil (PNS) yang selama
menjalankan tugas sebagai guru SD beliau membagi waktu demi kemajuan desa
Gintangan dan perkembangan usahanya. Selama hampir 24 tahun memimpin perusahaan
sehingga kini seringkali dipercaya menjadi tutor pelatihan kewirausahaan bagi
masyarakat baik yang difasilitasi oleh dinas Pemda Kabupaten dan Pem. Provinsi
maupun Perusahaan.
Niat mendirikan perusahaan ini muncul karena kurang optimalnya
pemberdayaan potensi-potensi desa di bidang kerajinan bambu.Banyak
tenaga-tenaga trampil yang kurang puas dengan besarnya nilai yang dihasilkan
dari membuat produk kerajinan bambu. Sistem manajemen yang kurang baik dari
para pengelola usaha lain juga mempengaruhi pertimbangan mendirikan usaha.
Selain itu metode pemasaran saat itu yang cenderung pasif membuat pasar
kerajinan bambu kurang berkembang. Meliahat kondisi tersebut beliau
berinisiatif mendirikan sebuah usaha yang pada awalnya diberi nama Widya Karya
yang kini menjadi Widya Handicraft dengan tujuan utama meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui kerajinan bambu.
Pada awal pendirian usaha beliau mengumpulkan beberapa pemuda
yang memiliki keahlian sebagai pengerajin bambu diminta menjadi
karyawan.Berbekal kreatifitas beliau berusaha memperbaiki dan belajar metode
pengelolaan usaha yang baik dimana dapat mendatangkan keuntungan yang besar
baik bagi karyawan maupun perusahaan.Beliau rintis pemasaran mulai dari door to
door menjajakan produknya berkeliling di perumahan hingga ke pasar-pasar. Order
dalam jumlah ribuan juga pernah beliau dapatkan hingga melibatkan banyak
warga desa Gintangan dalam proses produksinya.
Kini hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun berbuah manis,
produk-produk kerajinan bambu dari desa Gintangan banyak dicari dan diminati
dari berbagai pelosok negeri hingga ekspor ke luar negeri. Menjadikan nama desa
Gintangan terkenal dengan kerajinan bambunya hingga desa Gintangan menjadi
sentra kerajinan bambu dan sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Kabupaten
Banyuwangi.
C.
Kunjungan Wisata
1.
Pantai Lovina
Terletak di Bali bagian
utara dan hanya berjarak sekitar 9 km ke arah sebelah barat dari kota
Singaraja.Lovina mempunyai beberapa species lumba-lumba yang hidup liar di
pantai.Lumba-lumba ini bisa di saksikan secara dekat menggunakan perahu nelayan
yang bisa kita sewa.Setiap perahu biasanya bisa muat sampai 4-5 orang. Selain
dolphin tour aktivitas lain yang bisa di lakukan adalah snorkeling, memancing
maupun berenang. Kafe di sekitar Lovina juga biasanya ada pertunjukan musik
yang bisa di nikmati.
Sejarah Lovina,
tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna.
Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke
beberapa negara di Eropa dan Asia.Apa yang menarik perhatian dia terutama
adalah kehidupan masyarakat di India.
Dia tinggal beberapa minggu di Bombay.
Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir
dan wawasan dia ke depan untuk Bali, terutama membangun kesejahteraan
masyarakat di Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, Panji
Tisna juga melihat suatu tempat yang ditata indah untuk orang-orang berlibur di
pantai.Tanah tersebut memiliki kesamaan dengan tanah miliknya di Pantai Tukad Cebol,
Buleleng yang juga terletak di antara dua buah aliran sungai.Inspirasi Panji
Tisna muncul untuk membangun sebuah peristirahatan.
Tempat peristirahatan
itu dinamai Lovina yang berarti Love dan Ina. Kata Love yang berasal dari
bahasa Inggris berarti kasih yang tulus di padukan dengankata Ina dari
bahasa Bali atau bahasa daerah yang memiliki arti ibu. Jadi Lovina itu
memiliki artian Cinta Ibu atau dalam artian luhurnya berarti Cinta Ibu Pertiwi.
Kemunculan
Lovina di Bali sejakKembali dari luar negeri pada tahun
1953, terlalu awal waktunya untuk membuat usaha sejenis itu di pantai terpencil
seperti pantai di Tukad Cebol.
Anak Agung Panji Tisna,
pada tahun 1959, memindah-tangankan Penginapan Lovina kepada kerabatnya yang
lebih muda,Anak Agung Ngurah
Sentanu sebagai pemilik dan pengelola. Bisnis ini berjalan
cukup baik, hanya datang beberapa teman Panji Tisna berasal dari Amerika dan
Eropa, serta pejabat pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berlibur.
Pengembangan pariwisata
di Bali yang pesat pada tahun 1980, mendorong pemerintah membentuk
kawasan-kawasan wisata dan ada arahan dari Gubernur Bali, agar nama Lovina
tidak dikembangkan lagi, karena nama itu tidak dikenal di Bali yang seharusnya
dikembangkan adalah pariwisata budaya Bali. Sedangkan Anak Agung Panji Tisna
sendiri sudah membangun hotel dengan nama “Tasik Madu”, terletak 100 meter di
sebelah Barat Lovina dan nama "Lovina" disimpan oleh pemiliknya. Setelah
Pondok Lovina direnovasi, selanjutnya memakai nama alias yaitu: Pondok Wisata
Permata (Permata Cottages).
Walaupun nama
"Lovina" tidak dimunculkan, namun dunia pariwisata telah mengenal
"Lovina" sejak lama sebagai sebuah destinasi di Bali Utara. Usaha
untuk mengangkat Bali Utara sebagai destinasi wisata antara lain adalah kembali
dengan cara mempopulerkan "Lovina". Kini permata Cottages, kembali
memakai nama "Lovina"(
Lovina Beach Hotel).
Akhirnya, nama
"Lovina" merambah tidak kurang dari 6 pantai desa-desa asli. Deretan
Pantai tersebut berada di 2 (dua) wilayah kecamatan bersebelahan, yaitu
Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar. Yang ada di Kecamatan Buleleng, yaitu
Pantai Binaria di desa Kalibukbuk, pantai Banyualit didesa Banyualit, Pantai
Kubu Gembong di desa Anturan/Tukadmungga, Panta Hepi di desa Tukadmungga,
Pantai Penimbangan di desa Pemaron. Sedangkan di Kecamatan Banjar, adalah
Pantai Tukad Cebol di Kampung Baru (Kaliasem), pantai Temukus didesa Temukus.
Semua pantai tersebut bergabung dalam pemakaian namaPantai Lovina. Sedangkan, nama kawasan resmi adalah "Kawasan
Wisata Kalibukbuk"
2.
Bedugul
Sejarah pura Ulun Danu
Bratan ini dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang
terdapat pada lontar babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi yang
terdapat dan berlokasi pada halaman depan Pura Ulun Danu Bedugul ini terdapat
peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan
batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun
sebelum Masehi.
Kedua artefak tersebut
sampai sekarang diletakkan di halaman teras (babaturan) pura Ulun
Danu.Dapat diperkirakan lokasi di Pura Ulun Danu Beratan ini telah
digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak jaman tradisi
megalitikum di pulau dewata.
Berdasarkan dari
deskripsi dari babad Mengwi tersebut diketahui pura Ulun Danu Bratan
didirikan sebelum tahun Saka 1556 oleh I Gusti Agung Putu. Sejak pendirian pura
tersebut, kerajaan Mengwi menjadi tenteram dan sejahtera dan masyarakat pun
menjuluki beliau "I Gusti Agung Sakti"
Komplek Pura
Ulun Danu Beratan terdiri dari 5 Pura dan satu buah Stupa Budha:
a. Pura Penataran Agung
Pura Penataran
Agung dapat dilihat ketika melewati Candi Bentar (Gerbang Terpisah) menuju Betaran.
Pura ini berfungsi untuk memuja kebesaran Tuhan dalam manifesn-Nya sebagai Tri Purusha
Siwa yaitu Siwa, Sada Siwa, dan Parama Siwa untuk memohon anugerah kesuburan, kemakmuran,
kesejahteraan manusia, dan untuk keseimbangan alam semesta.
b. Pura
Dalem Purwa
Di dalam pura ini, terdapat 3 pelinggih
utama yaitu Pelinggih Dalem Purwa sebagai tempat untuk memuja Dewi Durga dan
Dewa Rudra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran, Bale Murda Manik (Bale
Pemaruman) sebagai tempat untuk parum/rapat/diskusi, dan Bale Panjang sebagai
tempat untuk meletakkan sarana persembahan upacara.
c. Pura
Taman Beji
Pura ini berfungsi untuk melakukan upacara
Ngebejiang (sarana upacara), dan untuk memohon Tirta (air suci) di Pura Taman
Beji ini juga berfungsi sebagai tempat untuk Melasti (Upacara pembersihan dan
penyucian oleh umat Hindu di Bali).
d. Pura Lingga Petak
Pura ini sering disebut dengan Pura Ulun
Danu Beratan, dan gambar pura ini juga terdapat pada lembaran uang kertas
pecahan Rp. 50,000.Di dalam Pura Lingga Petak ini terdapat sebuah sumur suci
dan keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu (Air Suci Ulun Danu).Selain itu, di
pura ini juga terdapat sebuah Lingga yang berwarna putih yang diapit oleh batu
merah dan batu hitam.
e. Pura
Prajapati
Pura Prajapati terletak di bawah pohon
beringin besar, pura ini berfungsi sebagai tempat Dewi Durga.Pelinggih ini
menghadap ke arah barat dan menjadi pura yang pertama kali di lihat setelah
melewati tempat pembelian tiket masuk sebelum masuk ke area danau Bratan.
f. Stupa
Budha
Di kawasan Pura Ulun Danu Bratan, juga
terdapat sebuah Stupa Budha.Stupa ini menandakan keselarasan dalam kehidupan
beragama.Stupa Budha ini menghadap ke arah selatan yang berlokasi diluar dari
area utama dari komplek Pura Ulun Danu Beratan.
3.
Joger
Kata joger merupakan
gabungan dari 5 Huruf yaitu J .O .G .E .R kata ini belum memiliki arti, karena
kata JOGER itu sendiri bukan di ambil dari kata yang ada sebelumnya.Pada tahun
1980 Pak Joseph Theodorus Wulianadi (pemilik joger) mengawali usahanya di
sebuah pertokoan di Jl. Sulawesi 37, Denpasar.
Pada tanggal 9
september 1951 Joseph Theodorus Wulianadi merenungkan nama apa yang cocok untuk
tokonya. Joseph tidak ingin nama tokonya di berikan dengan nama yang biasa di
lihat di pasar atau toko biasa, dia ingin nama tokonya yang Unik artinya. Tuan
Joseph teringat dengan jasa besar dari Mr. Gerhard dimana dia telah memberikan
dana sebesar $ 20.000 sebagai hadiah pernikahan Joseph dengan Istri tercintanya
Ery Kusdarijati, Mr. Gerhard merupakan teman sekolahnya di Hotelfachshule, Bad
Wiesee, Jerman Barat, tahun 1970-an.
Akhirnya tuan Joseph
menggabungkan nama “Joseph” dan nama temannya “Gerhard” sehingga dari nama
tersebut diambilah 2 karakter dari kiri Joseph = JO dan 3 karakter dari kiri
Gerhard = GER sehingga jika digabungkan menjadi JOGER.
Tanggal 19 Januari 1981
merupakan hari lahir joger dimana nama joger pertama kalinya digunakan sebagai
nama Toko tuan Joseph namun nama Tokonya saat itu belum murni JOGER tapi “ART
& BATIK SHOP JOGER”
awalnya masyarakat belum tahu dan belum tertarik dengan Product yang di jual
oleh toko ini namun karena seiring berjalannya waktu dan tren yang terus
bergerak akhirnya produk Toko Joger di terima dan menarik banyak masyarakat
karena setiap barang seperti Kaos dan souvenir terdapata kata-kata yang khas
Joger, hingga akhirnnya nama Joger menjadi nama besar dan harum. Pada tanggal 7
Juli 1987 diputuskan bahwa joger hanya akan di buka satu toko di Bali Jl. Raya
Kuta – Bali. dan sejak tahun 1990-an hingga saat ini Joger di sebut sebagai
PABRIK KATA – KATA.
Ketika memasuki pintu
outlet ini, setiap pengunjung akan disapa dengan ramah dan akan diberi stiker
sebagai tanda masuk. Jogger memiliki koleksi T-shirt, souvenir seperti mug,
sandal, gantungan kunci dan jam terbalik.Joger Bali hanya
satu-satunya tempat di Indonesia yang menjual jam terbalik dan merupakan ciri
khas oleh-oleh Joger Bali. Ada juga souvenir berupa guci dan
pernak-pernik lainnya.
Harganya pun bervariasi
dengan kualitas yang sangat diutamakan.Hampir tiap hari tempat ini ramai
dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama saat musim
liburan.Tempatnya yang sangat strategis dengan produk yang unik-unik membuat
toko ini tidak pernah sepi pengunjung. Sehingga para pengunjung sering
kehabisan stock ukuran baju.
4.
Sendra
Tari Kecak
CV. Bali Budaya
merupakan usaha jasa kesenian/ hiburan Kecak dan Sanghyang Dance Stage Uma Dewi
yang beralamat di jalan Suli No. 52 Kesiman, Denpasar Bali.
Kecak adalah jenis tari
yang paling unik, tidak diiringi alat musik tetapi diiringi dengan paduan suara
sekitar 50 orang pria.Ia berasal dari jenis tari Sakral “Sanghyang”, pada tari
ini seorang yang kemasukan roh berkomunikasi dengan para Dewa atau Leluhur yang
sudah disucikan dengan penari sebagai media penghubung untuk menyampaikan
sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam
tari tersebut. Secara singkat ceritanya adalah sebagai berikut:
Karena akal jahat Dewi
Kekayi (ibu Tiri) Sri Rama, putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya,
diasingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata.Dengan ditemani adik
laki-lakinya serta istrinya yang setia Sri Rama pergi kehutan Dandaka.Pada saat
mereka pergi kehutan, mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang
raja yang lalim, rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sita.Ia lalu berupaya
untuk menculik Sita di bantu oleh patihnya, Marica. Dengan kesaktiannya raksasa
Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah.Dengan
demikian maka mereka pun berhasil memisahkan Sita dan Rama dan Laksmana.Rahwana
lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawa kabur ke
Alengka Pura.Dengan mengadakan tipuan ini maka Rama dan Laksmana
berusahamenolong Sita dari cengkraman raja yang kejam itu.Atas bantuan bala
tentara kera dibawah panglima Sugriwa maka mereka berhasil mengalahkan bala
raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Meganada, putranya sendiri.Akhirnya Rama
berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.
Beberapa Episode dari Epos yang
dipergelarkan:
a. Adegan
I. Rama, Sita dan Kijang Emas
Rama, Sita dan Laksmana
memasuki arena, lalu muncul kijang emas.Sita meminta Rama untuk
menangkapnya.Rama meninggalkan Sita yang dijaga oleh Laksmana.Tiba-tiba
terdengar jeritan minta tolong.Menurut Sita itu pasti suara Rama, lalu menyuruh
Laksmana untuk membantunya, karena dituduh hendak mencari untung atas kematian
Rama, Laksmananaik pitam dan pergi meninggalkan Sita seorang diri.
b. Adegan
II. Sita dan Rahwana
Rahwana muncul,
menculik Sita serta menerbangkannya ke Alengka.
c. Adegan
III. Sita, Trijata dan Hanoman
Dengan ditemani Trijata
keponakan Rahwana, Sita meratapi nasibnya di taman istana Alengka. Hanoman (si
kera putih) muncul.Ia berkata bahwa ia adalah utusan Rama, dan ia
memperlihatkan cincinnnya untuk diserahkan kepada Rama dengan pesan bahwa agar
segera menyelamatkannya.
d. Adegan
IV. Rama, Meganada dan Garuda
Adegan ini
memperlihatkan Rama di medan perang malawan Meganada, putra Rahwana. Meganada
menembak Rama dengan panah saktinya, yang kemudian melilit Rama. Dalam
keputusannya ia memanggil sekutunya Garuda, lalu membebaskan Rama.
e. Adegan
V. Rama, Sugriwa dan Meganada
Munculnya Sugriwa/ si raja kera,
segera terjadi pertarungan antara Sugriwa dan Meganada.Pertunjukan diakhiri
dengan kemenangan di pihak Rama.Akhir cerita Rama, Sita dan Laksmana kembali
pulang dengan rasa bahagia.
Tari Sanghyang Dedari
Tari ini muncul dari
adanya fungsi religius untuk menjaga keamanan dan kemakmuran desa.Tari ini
dipertunjukan untuk mengusir roh-roh jahat, yang mengganggu penduduk desa,
dalam wujud wabah atau kematian.
Dijelaskan bahwa
Sanghyang Dedari adalah jenis tarian ritual dengan kepercayaan bahwa ada
saat-saat tertentu turut menemui umatnya.
Sanghyang adalah
sebutan yang berarti “suci”.Dedari artinya malaikat.Tari ini di pentaskan oleh
dua gadis mungil dibawah umur, karena keperawanan berarti kesucian.Tari
Sanghyang dimana para penarinya kesurupan sebelum menari, dipentas di pura dan
diiringi dengan iring-iringan menuju tempat yang ditentukan.Diiringi tembang
kidung suara pria dan wanita, para penari mulai melirik-lirik bebas seperti
gemulai tarian Legong. Sangat ajaib, bahwa gerak mereka selalu sama, walaupu
mereka menari dengan mata tertutup selama pertunjukan. Begitu kidung berhenti,
gadis cilik tersebut terhempas yang kemudian segera digotong dan segera
dibebaskan dari pengaruh kesurupan oleh pemangku, setelah memerciki mereka
dengan air suci.
Tari Sanghyang Jaran
Ditarikan oleh seorang
laki-laki kesurupan yang berjingkrak-jingkrak seperti tingkah laku seekor
kuda.Ia menari diatas bara api dari sabut kelapa. Jika kidung Sanghyang
menuntunnya ke api, maka ia akan menari diatas api.
5.
Tanjung
Benoa
Daerah ini dulunya adalah
kampung nelayan, dengan kelebihan pantai pasir putih, air laut yang tenang,
pohon palem dan kelapa membuat pantai Tanjung Benoa tidak ketinggalan dari Nusa
Dua dalam perkembangan pariwisata di pulau Bali. Pemerintah daerah pulau Bali,
menetapkan kawasan Tanjung Benoa menjadi wisata bahari di Bali.Pemerintah
daerah Bali juga membuat tempat penangkaran Penyu hijau yang termasuk kategori
satwa langka dan dilindungi. Tempat penangkaran ini, lebih dikenal dengan nama
pulau Penyu.
Adapun daya tarik yang
dimiliki Tanjung benoa ialah pantainya yang tenang dan juga water sport nya
yang lengkap. Tanjung Benoa Water Sport merupakan salah satu tujuan wisata air
yang lengkap dengan menyediakan berbagai macam olahraga air yang sangat
menyenangkan dan selalu menanti untuk di coba meliputi :
a.
Parasailing
Suatu
permainan dimana anda akan memakai payung parasut dan ditarik oleh speed boat mengeliling
pantai Tanjung Benoa. Waktu permainan satu putaran kira- kira 4 menit di udara.
Ketinggian tali yg menghubungkan antara parasut dengan speed boat kurang lebih
80 meter.
b.
Banana Boat
Perahu
karet berbentuk pisang memiliki kapasitas max 4 orang dan 1 instruktur, yang
ditarik dengan speed boat mengelilingi pantai dengan waktu kira – kira 15
menit.
c.
Jet ski
Permainan
ini berkendaraan di pantai seperti menggunakansepeda motor, waktu permainanya
kira – kira 15 menit.
d.
Fly Fish
Permainan
yang menggunakan perahu karet dan dimainkan max 3 orang termasuk instruktur
dengan posisi terlentang dan kemudian ditarik oleh speed boat berkecepatan
tinggi dengan melawan arah angin sehingga fly fish bisa terbang kira-kira 2
meter diatas air.
e.
Snorkeling
Perenang
sambil melihat pemandangan indah di bawah laut Tanjung Benoa.
f.
Scuba Diving
Menyelam
di dasar laut, dengan menggunakan perlengkapan diving komplit.Satu wisatawan akan
ditemani oleh satu instruktur di bawah air, dan waktu di dalam air berkisar 40
menit
g. Wake board
Seperti berselancar namun ditarik
menggunakan speed boat.
h.
Donnat
Permainan
yang menggunakan perahu karet yang berbentuk donat dan ditarik dengan
menggunakan speed boatdengan kapasitas max 2 orang.
i.
Turtle Island atau Pulau Penyu
Daerah
khusus yang terletak disebelah pantai barat kawasan Tanjung Benoa dengan nama
Moncot atau Pudut Sari untuk tempat penangkaran penyu sebagai binatang langka.
6.
Pantai
Pandawa
Pantai Pandawa dulunya
disebut sebagai secret beach oleh para wisatawan karena lokasinya berada di
belakang dua tebing yang membelah jalan menuju ke Pantai.Pantai Pandawa
berlokasi di Bali Selatan, tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan,
Kabupaten Badung, Bali.
Sejarah Pantai Pandawa
Balinama pantai pandawa megandung makna tersendiri terkait sejarah pantai ini.
Nama asli dari pantai
pendawa ini adalah pantai melasti. Dahulunya di pantai pandawa ini sering
diadakan upacara Melasti, yang merupakan bagian dari upacara hari raya Nyepi
bagi umat Hindu, pada sekitar tahun 2010, wisatawan terutama asing, semakin
penasaran dengan secret beach ini, karena di samping tempatnya yang masih
alami, dan pasir putihnya yang halus, ombak pantai ini juga cocok untuk
berselancar atau surfing.
Akhirnya Pada tahun
2012 tepatnya tanggal 27 Desember diadakanlah Pandawa Beach Festival yang
Pertama di Pantai Melasti atau Secreet Beach saat itu juga pantai ini resmi
berganti nama dengan Nama PANTAI PANDAWA, yang melambangkan sebuah filosofi
seperti pandawa. Pemerintah juga membuatkan jalan yang baik agar orang bisa
dengan mudah datang ke pantai ini.
7.
Pantai
Dreamland
Objek wisata pantai Dreamland
berada di daerah bernama Pecatu. Lokasinya pada bagian Selatan pulau Bali, mencapai
pantai ini sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran dan satu arah dengan GWK ini memang
memiliki keindahan yang menyamai KUTA dan malah lebih unik dari kuta,
orang-orang menyebutnya sebagai The next Kuta beach, tempatnya jauh lebih
indah suasana lebih sepi pengunjung. Pantai ini dikelilingi oleh tebing-tebing
yang menjulang tinggi serta dikelilingi batu karang yang besar sekitar
pantainya.
Keunikan panorama ini menjadi incaran para pemain selancar,
selain bisa berenang menikmati jernihnya air, keindahan sunset menggoda setiap
pengunjung, menikmati alam yang indah.
Asal usul namaDreamland
dikarenakan dulu, kawasan ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek
wisata. Namun proyek tersebut terhambat sehingga menjadi terbengkalai sedangkan
para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap
proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata.
Karena besar harapan masyarakat maka diberilah nama tanah ini dengan dream land
(tanah impian).
Pantai Dreamland sendiri kalau dilihat dari tipikal pasir,
gulungan ombaknya hampir mirip dengan kawasan pantai Kuta banyak bahkan jauh
lebih indah karena hiasan batu karang di sekililingnya menyuguhkan tebing-tebing
karang terlihat indah menghiasi tepiannya.Airnya pun masih tampak
sebening Kristal.Karena tempatnya yang sepi dan tekstur ombaknya yang bisa
dibilang lumayan bagus buat surfing, banyak wisatawan mancanegara
untuk datang kesini.
Tempat ini juga
memiliki karang yang luar biasa unik.sering sekali digunakan untuk pemotretan prewedding,
model atau bahkan untuk shooting film yang ditayangkan di Indonesia
dan luar negeri.
8.
Garuda
Wisnu Kencana (GWK)
Taman Budaya Garuda
Wisnu Kencana (Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), adalah taman
wisata di bagian selatan pulau Bali.
Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua,
Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer
di sebelah selatan Denpasar,
ibu kota
provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark
atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu
yang sedang menunggangi Garuda
setinggi 12 meter.
Area Taman Budaya
Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah
atau 263 meter di atas permukaan laut. Patung ini nantinya setelah selesai akan
menjadi patung terbesar dunia dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter dan akan mengalahkan
patung liberty.
GWK ini merupakan
mahakarya dari seniman Bali I Nyoman Nuarta
yang berada di daerah Bali Selatan tepatnya di bukit Unggasan.Di kawasan itu
terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu di mana patung
setinggi 18 meter ditempatkan sementara.Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi
titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup
lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond.Pilar-pilar
batu kapur kolosal dan monumental membuat ruangan sangat eksotis. Dengan
kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond
telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan
acara besar dan internasional.
Terdapat juga patung
tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu.Karya ini ditempatkan
sementara di daerah Tirta Agung.Terletak
diatas dataraan tinggi batu kapur padas dan menatap kawasan wisata dipesisir
selatan Bali.
Garuda Wisnu Kencana Cultural
Park adalah jendela seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar belakang
alami serta panorama yang sangat mengagumkan.
Berdekatan dengan
patung Dewa Wisnu terdapat Parahyangan Somaka Girisebagai mata air
keramat.Keberadaan air di puncak bukit kapur padas memang merupakan sebuah
keajaiban dan belum dapat dijelaskan dengan ilmiah, sehingga menjadikannya
tempat kunjungan spiritual dan meditasi.
9.
Pantai
Jimbaran
Salah satu pantai di
Kabupaten Badung, Bali.Jimbaran terletak di sebelah selatan pulau Bali.Jimbaran
merupakan sebuah kampung nelayan tradisional yang terdapat banyak rumah makan
atau restoran yang menyajikan berbagai makanan laut (seafood).Lokasinya
sekitar 30 menit dari kota Denpasar dan 10 menit dari bandara Ngurah Rai.
Dari tepi pantai dapat
melihat bandara Ngurah Rai, yang merupakan satu-satunya bandara berstandar
international di Bali.Pantai Jimbaran Bali adalah salah satu pantai yang selalu
terjaga kebersihannya, karena ada petugas yang membersihkan areal pantai.
Restoran di tepi pantai
Jimbaran, menawarkan hidangan laut dengan bermacam-macam olahan. Misalnya ikan
bakar, cumi-cumi, kerang bakar, lobster dan udang yang disajikan dilengkapi
dengan nasi, sayur plecing, sambal, dan es kelapa muda. Para pengunjung bebas
menentukan seberapa banyak ikan yang diinginkan.
Biasanya sebelum diolah
dihitung per gram dari masing-masing jenis hidangan laut yang diinginkan. Harga
makanan di pantai Jimbaran Bali pun bervariasi, tergantung dari menu seafood
yang dipilih.
Sebagian besar
wisatawan yang berkunjung ke Jimbaran, selain mencari hidangan laut khas Bali,
ada tujuan lain yaitu melihat pemadangan matahari terbenam atau sunset.
Suasana pemadangan
sunset sambil menyantap hidangan laut yang lezat, desiran lembut ombak di
pantai dengan pasir putihnya, menjadi daya tarik utama dari tempat wisata
Jimbaran.
10. Krisna
Krisna Bali merupakan
toko yang menawarkan berbagai produk ciri khas Bali yang menarik berupa
beraneka ragam bentuk desain T-Shirt kartun tentang Bali yang diproduksi
sendiri, unik, lucu dan menarik yang tidak ada ditempat lain. Selain itu di
Krisna juga terdapat cemilan, kerajinan tangan, bed cover, pernak pernik, tas
kreasi, perak, lukisan, seni pahat, anyaman dan masih banyak produk-produk
hasil karya para pengrajin Bali yang tidak kalah bagusnya.
Pembangunan Krisna Bali
berawal dari ide pemikiran Gusti Ngurah Anom pemilik Cok Konfeksi dengan
melihat cela pangsa pasar yang ada.Pada tanggal 16 Mei 2007 Krisna Bali
didirikan. Di bawah manajemen Cok Konfeksi inilah Krisna Bali pertama bertempat
di Jalan Nusa Indah No 79 Denpasar, Bali dengan jarak tempuh lebih kurang 10 km
dan sekitar 15 menit perjalanan dari Kota Denpasar.
Adapun fasilitas saat
ini yang ada di Krisna Bali adalah lapangan parkirnya yang luas, tempat untuk
makan dan minum, tempat tunggu sopir, dan lainnya.
Krisna Bali mempunyai 4
outlet lain yang tersebar di kawasan Kuta dan Denpasar yaitu:
a. Krisna
Nusa Indah
Merupakan outlet KRISNA Bali terletak di
jalan Nusa Indah Denpasar, tepatnya di dekat Taman Budaya ART CENTER
b. Krisna
Nusa Kambangan
Terletak di jalan Nusa Kambangan
Denpasar, didirikan pada tanggal 16 Mei 2008. Lokasi sangat strategis berada di
pusat kota Denpasar sehingga kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan domestik
maupun manca negara yang mencari oleh-oleh khas Bali.
c. Krisna
Sunset Road
Terletak di jalan Sunset Road No 88,
Kuta, Badung, Bali.Didirikan pada tahun 2009.
d. Krisna
Tuban
Terletak di jalan Raya Tuban, Kuta, Bali persis
berada sekitar 100 meter ke Utara pertigaan Patung Kuda, Tuban, Bali, dan hanya
berjarak 5 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah rai Bali. Krisna
Tuban satu-satunya toko
Krisnayang buka 24 jam.
BAB
III
DISKRIPSI
KEGIATAN
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis lapangan.Tujuan secara umum
diadakannya KKL ini supaya mahasiswa dapat secara langsung mengetahui aplikasi
dari berbagai ilmu maupun teori yang telah diperoleh.Kuliah
Kerja Lapangan (KKL) ini yang dilaksanakan di Situbondo - Bali.Pelaksanaan KKL dilaksanakan dari hari Kamis –
Selasa
tanggal 03-08 November 2016.
A.
Kamis,
3 November 2016
Pemberangkatan
KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas
Muhammadiyah Surakartapukul 19.00 WIB, seluruh peserta KKL dikumpulkan di Gor
kampus 2 untuk menerima pengarahan dan berdoa bersama. Setelah memasuki bus
masing-masing, peserta KKL berangkat menuju tujuan pertama ke
daerah Jawa Timur (situbondo).
B.
Jum’at,
4 November 2016
Pukul
5.00 pagi, rombongan berhenti di daerah banyuwangi jawa timur untuk menunaikan
sholat subuh, setelah selesai kami melanjutkan perjalanan menuju tempat
translit pertama di kawasan yang masih sama untuk mandi pagi dan sarapan.
Sekitar pukul 11.00 singgah di sebuah masjid di daerah Situbondo untuk
menunaikan sholat jum’at.
Pada
hari ini, tujuan pertama yaitu kunjungan studi Pabrik gula Assembagoes
Situbondo pukul 13.30.di pabrik gula ini kami disambut dengan ramah oleh staf
dan pimpinan pabrik guna pengarahan dan dibentuk kelompok sebelum masuk ke
dalam pabrik. Di dalam pabrik setiap kelompok di temani staf sebagai instuktur,
di depan gerbang pabrik sudah terdengar suara gemuruh mesin. Mesin yang di
gunakan di pabrik menggunakan masin-mesin raksasa sehingga kami antusias
melihat proses penggilingan tebu hingga menjadi gula. Ruangan yang sempit dan
panas karena banyak mesin dan banyak orang di dalam pabrik peserta menghimbau
supaya berhati-hati, karena banyak mesin yang tidak menggunakan pengaman.
Puas
melihat dan mengamati proses produksi gula di pabriknya, perjalana kami
lanjutkan ke UMKM Kerajinan Bambu Widya Hendicreft di daerah Situbondo, kami
sampai di aula kelurahan untuk mendengarkan penjelasan dari pimpinan sekaligus
pendiri UMKM sekitar pukul 15.00, setelah mendapatkan penjelasan dari bapak
Widodo, kami di antar ke tempat produksi kerajinan bambu, disana terdapat
banyak produk inovasi dari bambu seperti lampu hias, lampion, kipas, songkok,
dan masih banyak produk unik lainya.
Menjelang
sore kami menuju ke pelabuhan untuk melanjutkan kunjungan ke pulau Bali
menggunakan kapal fery, disana kami memilih duduk di lorong samping sembari
menikmati pemandangan kota dari lautan, berfoto dan bernyanyi. Setelah sampai
di pulau seribu Pura kami singgah di sebuah restoran untuk makan malam, sholat
dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan lagi.Persinggahan
pertama di bali sekitar pukul 23.00 kami sampai di hotel pop di daerah
singaraja bali. Di hotel kami sangat riuh karena kamar kami berada di lantai 4
dan lif hanya ada 2.
C.
Sabtu,
5 November 2016
Pagi
hari pukul 6.00 kami bergegas mengunjungi kunjungan wisata pertama di pulau
dewata, tujuan pertama di hari ini adalah pantai lovina sesampainya disana kami
langsung disuruh naik perahu nelayan untuk lebih dekat melihat
lumba-lumba.Selesai melihat lumba-lumba dari dekat kami kembali ke hotel untuk
mandi pagi, sarapan, dan bersiap-siap untuk chek out dari hotel.
Kunjungan
selanjudnya di bedugul, walaupun di bedugul sudah siang sekitar pukul 13.00
namun suasana masih asri dan sejuk. Bedugul sendiri adalah danau diatas gunung
dengan taman yang sangat indah, yang membuat kami ingin menabadikan momen
dengan berfoto.
Setelah
dari bedugul, kami melanjutkan kunjungan ke Joger, sebelum masuk jogger kami
harus mengantri untuk pemeriksaan barang bawaan dan penempelan stiker, belum
puas memilih dan masih banyak barang yang ingin dicari kami harus segera
meninggalkan jogger dan melanjutkan perjalanan ke tempat sedra tari.
Mengejar
waktu pementasan tari kecak di daerah Denpasar kami harus cepat sampai tujuan,
namun kami kecewa dengan pementasan tari kecak yang sudah hampir selesai karena
bus kami semapat salah jalan sehingga sangat menyita waktu untuk perjalanan
menuju pementasan.
Hari
laurut malam, kami melanjutkan perjalana menuju persinggahan keduan di bali
yaitu hotel cristal beach, sampai di lobi hotel lagi-lagi kamu harus mengntri
unutk dapat naik ke lantai 4 menggunakan lif, dari 2 lif hanya 1 yang
berfungsi.
D.
Minggu,
6 November 2016
Pukul
10.00 pagi kami menuju ke pantai Tanjung Benoa, cuaca yang sangat mendukung
liburan kami di pulau Bali membuat kami lebih memilih menikmati pemandangan
indah pantai Tanjung Benoa beserta permaina air yang ada dari warung pinggir
pantai hingga aktu makan siang datang, yang kebetulan makan siang juga berada
di warung tersebut.
Dari
pantai Tanjung Benoa kami lanjut perjalanan ke pantai Pandawa, lumayan panas di
pantai ini kami tiba sekitar pukul 12.00 dengan pemandangan indah laut dan
tebing yang terhampar membuat kami enggan bermain di pantai karena sangat
panas, disana kami lebih memilih beristirahat di mushola dekat palkiran.
Sebelum
sore kami menuju ke pantai dreamland, disana kami hanya melihat pantai dari jauh
karena cuaca yang masih panas, kami cuma berfoto dari jauh lalu kembali ke
palkiran bus untuk sekedar beristirahat dan berbincang-bincang bersama
teman-teman.
Tidak
lama-lama kami segera melanjutkan perjalanan ke taman Garuda Wisnu Kencana,
disana kami dibuat kagum dengan pertunjukan tari yang sangat kental dengan
budaya Bali, selain tarian kami juga kagum dengan patung wisnu raksasa di depan
pementasan tersebut. Kekaguman kami mengabadikan dengan berfoto bersama penari
dan patung wisnu.
Mengejar
waktu untul dapat menikmati indahnnya matahari tenggelam maki langsung menuju
ke pantai Jimbaran.Sampai di pantai kami langsung mencari tempat duduk untuk
menunggu hidangan makan malam datang sembari menikmati indahnya matahari
tenggelam, ditempat inilah wisata yang paling berkesan menurut kami.
Selesai
makan malam spesial ini kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat.
E.
Senin,
7 November 2016
Pagi
hari kami masih di kamar bersiap-siap untuk chek out dan beristirahat lagi
untuk perjalan pulang yang jauh, pukul 10.00 kami baru mulai turun untuk
kembali ke pualu jawa, sebelum meninggalkan pulau Bali kami mampir di pusat
oleh-oleh krisna Bali.
Di
krisna kami puas memilih barang untuk oleh-oleh dan makan siang di restoran
yang ada di depan krisna, makan siang selesai maka kami melanjutkan perjalanan
menuju pelabuhan Gilimanuk. Lagi-lagi di kapal kami disuguhi pemandangan yang
indah, kami bisa melihat gunung dan lautan biru karena masih sore kami
menyebrang, sehingga bisa menikmati keindahan laut sore di kapal.
Sampai
pulau jawa sekitar pukul 20.00 kemudian melanjutkan perjalana menuju Surakarta
yang selanjutnya pulang kerumah masing-masing.
F.
Selasa,
8 November 2016
Sekitar
pukul 7.00 kami tiba di daerah Surakarta dan sampai di Gor kampus 2 universitas
muhammadiyah surakata pukul 7.30.setelah samapi kami turun dari bus dan
langsung lanjut perjanan menuju rumah masing-masing.
BAB
IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perguruan
tinggi sebagai institusi pendidikan yang memiliki peran besar dalam pengembangan
sumber daya manusia.Salah
satu upaya menanggapi tuntutan tersebut adalah dengan memberikan pengalaman kepada
mahasiswa yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang ada.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis lapangan.Tujuan secara umum
diadakannya KKL ini supaya mahasiswa dapat secara langsung mengetahui aplikasi
dari berbagai ilmu yang diperoleh selama pembelajaran dan untuk menambah
wawasan dibidang kewirausahaan, sehingga diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa.
Manfaat kegiatanKKL antara
lain memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih kepada mahasiswa
mengenai dunia bisnis, menumbuhkan solidaritas dan rasa kekeluargaan mahasiswa
Pendidikan Akuntansi angkatan 2014, memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha dan
memberi bekal perencanaan usaha bagi mahasiswa.
Pelaksanaan KKL dilaksanakan pada hari kamis-selasa
tanggal 03-08 November 2016 pukul 19.00 s/d selesai tempat kunjungan studi
berada di Situbondo – Bali.Objek Kunjungan dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini pertama
kunjungan pabrik gula Assembagoes Situbondo, kedua kunjungan UMKM Kerajinan
bambu widya hendicreft, dan kunjungan wisata di pualau Bali pertam pantai
Lovina, Bedugul, Joger, Sendra Tari Kecak, Tanjung Benoa, Pantai Pandawa, Pantai
Dreamlnd, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Jimbaran, Krisna
B. SARAN
Berdasarkan
perjalanan KKL Jawa Timur (Situbondo)-Bali besartakegiatan-kegiatannya, penulis
memberikan saran dan harapan yang semoga bermanfaat, yaitu sebagai berikut :
1. Kepada
pihak Universitas perlunya surat edaran untuk wali mahasiswa sebagai bukti dan surat pemberitauan, hal ini dimaksudkan untuk
pihak orang tua wali mahasiswa percaya akan kegiatan yang diadakan dari pihak
universitas.
2. Pengarahan
sebelum berangkat sangat di perlukan sebelum menaiki bus, ini dimaksudkan
supaya peserta tidak salah menaiki bus, karena barang bawaan peserta tidak
sedikit untuk mudah di bawa.
3. Pengaturan
jadwal kunjungan harus benar-benar fix, ini dimaksudkan supaya kegiatan yang
dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga tidak ada perubahan saat hari itu
juga.
4. Pengaturan
jadwal kunjungan juga harus eefektif, ini dimaksukan agar peserta bisa puas
menikmati kegiatan, jangan samapi dalam satu hari mengunjungi tempat wisata
pantai semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar