Kamis, 08 Desember 2016

proposal Program Kreatifitas Mahasiswa fiktif I





PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PENGARUH TULISAN PADA BAK TRUK TERHADAP ETIKA BERLALULINTAS PENGENDARA RODA DUA DI JALAN SOLO - JOGJA

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
1.   Choriah Hanayati (A210 140 137)
2.   Unun Naimah (A210 140 141)
3.   Tri Kusuma Ningtyas (A210 140 128)





UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2015
BAB 1
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
Daerah surakarta termasuk daerah yang padat akan pengguna kendaraan, baik hari-hari biasa maupun hari besar. Banyaknya kendaraan yang melintasi jalan raya solo-jogja sehingga sering terjadi kemacetan yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  salah satu penyebabnya adalah kejenuhan para kendaraan bermotor maupun kendaraan  roda empat yang terjebak kemacetan.
Jalan raya yang sangat identik dengan kata macet sehingga sering menimbulkan insiden menghilangnya nyawa seseorang seperti kecelakaan. Sistem manajemen lalulintas yang kurang efektif terkadang menjadi penyebab utamanya.
Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas di jalan raya dapat diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009. Dalam Pasal 105 dijelaskan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan diwajibkan berperilaku tertib serta mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.
Kurangnya penyuluhan atau sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi etika berkendara di jalan raya juga menjadi faktor pemicu kecelakaan, sehingga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, sopir-sopir kendaraan roda empat utamanya sopir truk membuat inisiatif pada kendaraan mereka masing-masing seperti contoh membuat tulisan, pesan keresahan para sopir, dan sindiran yang mengispirasikan bagi kendaraan yang melintasi truk dan atau melintasi di jalan raya.
Selain sebagai alat transportasi, truk juga bisa beralih sebagai media penyalur ekspresi, media kreasi para pengguna, seiring berkembangannya, terkadang tulisan dibuat untuk hal-hal yang bersifat memancing emosi pengguna jalan yang lainnya, yang mana bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas akibat emosi dan konsentrasi yang terarah pada tulisan bak truk tersebut.
Tulisan pada truk biasanya identik dengan tulisan-tulisan yang berbobot, seperti pesan moral, coretan motivasi, terkadang sopir juga iseng menulis tulisan yang tidak ada pesan moral, bahkan berdampak negatif bagi pembaca. Tulisan yang berbobot memberi semangat kepada penulis, sopir sediri, dan pembaca betapa kerasnya kehidupan para sopir, sehingga pembaca bisa bersyukur atas aktifitasnya yang tidak begitu keras seperti sopir.

B.            RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana deskripsi etika pengendara roda dua terhadap tulisan pada bak truk?
2.      Bagaimana dampak positif yang akan terjadi setelah pengendara membaca tulisan pada bak truk?
3.      Bagaimana kaitannya antara tulisan pada bak truk dengan etika berlalulintas?
4.      Bagaimana etika pengendara yang seharusnya dilakukan saat berkendara  setelah membaca tulisan pada bak truk?
C.            TUJUAN
1.      Mengetahui deskripsi etika pengendara roda dua terhadab tulisan pada bak truk.
2.      Mengetahui dampak positif yang terjadi setelah pengendara roda dua membaca tulisan pada bak truk.
3.      Mengetahui keterkaitan antara tulisan pada bak truk terhadap pengendara roda dua mengenai etik berlalulintasnya.
4.      Memahami etika pengendara yang baik saat berkendara setelah membaca tulisan pada bak truk.

D.           MANFAAT



E.            KELUARAN



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.           Kajian Teori
1.      Definisi tulisan
2.      Etika berlalu lintas
Etika dalam Berekendaraan
Etika  adalah  sebuah  cabang  filsafat  yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Sebagai cabang filsafat, etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat nilai dan norma moral   tersebut   serta   permasalahan-permasalahan yang  timbul  dalam kaitan dengan nilai dan norma moral itu. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok (Salam, 2007 : 1).

Pengertian etika dari ilmuwan lainnya yaitu Magnis Suseno dalam Salam (2007 : 1) bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi  kita  norma tentang  bagaimana  kita  harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru hanya melakukan  refleksi  kritis  atas  norma  atau  ajaran moral tersebut. Atau bisa juga dikatakan bahwa moralitas  adalah petunjuk  konkret  yang siap  pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu. Keduanya mempunya fungsi sama, yaitu memberi orientasi bagaimanadan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.

Kendaraan Bermotor Kendaraan  bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik untuk pergerakannya, dan digunakan untuk transportasi darat.  Berdasarkan  Undang-undang  No.  14  tahun 1992 yang dimaksud dengan peralatan teknik dapat berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk  mengubah  suatu  sumber  daya energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan. Kendaraan bermotor termasuk juga kereta gandengan atau kereta tempelan yang dirangkaikan dengan kendaraan bermotor sebagai penariknya. Pada umumnya kendaraan bermotor menggunakan mesin pembakaran dalam,namun mesin  listrik  dan  mesin  lainnya  juga  dapat digunakan. Kendaraan bermotor memiliki roda, dan biasanya berjalan diatas jalanan.

Pengendara kendaraan bermotor
Pengendara Kendaraan Bermotor  Pengendara disebut juga sebagai pengemudi. Pengemudi yaitu orang yang mengemudikan kendaraan  bermotor. Pengemudi  yang baik merupakan orang yang sudah mengembangkan kemampuan dasar mengemudi, kebiasaan mengemudi, kondisi yang tepat, dan penilaian suara yang  baik  serta  sehat  mental dan jasmani.  Sebuah sikap tanggung jawab dan kehati-hatian merupakan hal yang paling  penting. Sikap kehati-hatian pengemudi akan melakukan hal yang tepat atau mengambil  tindakan  pencegahan  yang  aman  dan tepat. Batas keselamatan harus dijaga dan pemberian kelonggaran dibuat untuk menghindari kecelakaan. Kecelakaan banyak terjadi pada umur 15 hingga 24 tahun dibanding yang lain. Pengemudi yang paling aman adalah orang berumur 65 hingga 74 tahun.Studi Tentang Prilaku Pengendara Kendaraan Bermotor (Dini Anggraini : 15)

Lalu Lintas
Lalu Lintas Menurut  Undang-Undang  No.  14  Tahun1992 tentang Lalu Lintas dan angkutan Jalan, lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewan di jalan. Jalan adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. Kendaraan adalah satu alat yang dapat bergerak  di  jalan,  terdiri  dari  kendaraan  bermotor atau  kendaraan  tidak  bermotor.

Dalam  pengertian umum (Kamus Bahasa Indonesia, 1996 : 151) bahwa lalu lintas adalah perhubungan antara suatu tempat dengan tempat yang lain.

Menurut Barutrisno (1974 :4), lalu lintas adalah gerak pindah manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan atau tanpa alat penggerak dan menggunakan ruang gerak yang disebut jalan. 

Perilaku dalam Berkendara
Tingkat kesadaran hokum masyarakat pemakai  jalan  dapat  diukur  dari  kemampuan  dan daya serap tiap individu dan bagaimana penerapannya di jalan raya (Naning, 1982 : 12). Berfungsinya  hukum secara  efektif tergantung dari kondisi perundang-undangan lalu lintas yang berlaku, kemampuan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan-penindakan, fasilitas-fasilitas lalu lintas yang disediakan dan kondisi masyarakat pemakai jalan. Apabila hal-hal tersebut dinilai baik, maka hukum sebagaimana dimaksud dapat berfungsi secara efektif dan efisien, sehingga lingkup penugasan yang diberikan dapat terjangkau secara memadai.


B.            Kajian Penelitian yang Relevan
Menurut Obed Bima Wicandra(2007) berjudul ”Representasi perempuan pada lukisan di bak truk” mengatakan bahwa truk yang melintas di jalanan sebagian besar kota di Indonesia yang memiliki keunikan dengan melukis bagian belakang truk, yaitu bagian baknya juga memiliki nilai ”hiburan” sendiri. Memiliki nilai ”hiburan”, karena lukisan di bak truk sering memancing emosi, entah itu senyuman atau justru sinis akibat dari visualisasi lukisan di bak truk tersebut. Kalimat yang bernada lugas nan erotik sering tergambarkan dengan jelas diiringi dengan objek gambar figur perempuan dengan berpakaian lengkap maupun minim. Jalanan benar-benar menjadi etalase, karena salah satunya datang dari visualitas bak truk yang ikut berkepentingan dalam lalu lintas jalan.

Menurut Dini Anggraini (2013) berjudul “Studi Tentang Perilaku Pengendara Kendaraan Bermotor di Kota Samarinda” mengatakan bahwa Lalu   lintas   sampai tingkat   tertentu mencerminkan   moral,   mental,   dan   kepribadian bangsa. Perilaku pengendara kendaraan bermotor di Samarinda pada umumnya hampir selalu melanggar peraturan lalu lintas. Lalu lintas merupakan bagian kegiatan sehari-hari dari masyarakat, maka tentunya kebiasaan-kebiasaan masyarakat akan tecermin dalam lalu lintas. Jadi bila masyarakatnya mempunyai kebiasaan mentaati aturan dalam semua urusan maka kebiasaan tersebut akan nampak dalam pola ketertiban berlalu lintas di jalan raya. Kerusakan jalan dikaitkan sebagai faktor yang menyebabkan pengendara kendaraan bermotor melanggar aturan lalu lintas.  Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas di jalan raya dapat diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009. Dalam Pasal 105 dijelaskan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan diwajibkan berperilaku tertib serta mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.

Menurut DR. Eko Soponyono, dkk (2013) berjudul “Perilaku Masyarakat Terhadap Hukum dalam Berlalu-lintas” mengatakan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia juga sangat berpengaruh terhadap masalah lalu lintas secara umum, sebagai contoh peningkatan jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2000 yakni 24.671.330 dan pada tahun 2003 barjumlah 32.774.299 atau meningkat sebanyak 8.100.594 kendaraan, dimana peningkatan ini tidak diimbangi dengan penambahan panjang jalan yang memadai.

Meneurut Chika Olviani dan Harus Laksana Guntur (2014) berjudul “Analisa kenyamanan kendaraan Roda Dua dengan Pemodelan Pengendara sebagai Sisitem Multi D.O.F” mengatakan ketidak efisienan sarana angkutan umum dan waktu perjalanan yang tidak dapat diprediksikan, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kepemilikan sepeda motor. Tetapi beberapa akhir tahun ini fungsi sepeda motor pun tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi jarak dekat, namun digunakan untuk keperlun mudik (pulang kampung). Dimana jarak yang ditempuh bisa mencapai ratusan kilometer. Banyak faktor yang mempengaruhi kenyamanan dan kestabilan kendaraan, salah satunya adalah getaran yang disebabkan oleh kondisi permukaan jalan yang tidak merata. Untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan desain suspensi yang baik untuk mereduksi energi yang ditransfer ke pengendara (sprung mass). Ketidaknyamanan akibat mengendarai sepeda motor dalam waktu yang lama menimbulkan kelelahan yang bisa berakibat fatal pada pengendara berupa kecelakaan.

Menurut Mulyani Nursita Dewi (2014) berjudul “Tindak Tutur pada Ungkapan Bak Truk di Sepanjang Jalan Ringroad Solo - Sragen” mengatakan Bahasa sebagai alat komunikasi, memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan bahasa manusia dapat berinteraksi dan berbicara mengenai apa saja. Bahasa sebagai alat menyampaikan pikiran, gagasan, konsep ataupun perasaan. Dalam ilmu dan teknologi bahasa berfungsi sebagai sasaran untuk berkomunikasi.



BAB III
Metode Penelitian
A.    Jenis penelitian
Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Penelitianini  merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sebab metode deskripstif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa  sekarang. Subjek-subjek penelitian meliputi sopir truk yang pada bak truknya adatulisan yang mengacu pada judul penelitian ini, pengendara roda dua

 pada gambar tersebut mengatakan “SPORTIF” disini pesan yang disampaikan penulis adalah dalam berkendara harus tertib dan sportif, tidak saling mendahului dari kiri harus dari kanan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar