
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PENGARUH TULISAN PADA BAK TRUK TERHADAP ETIKA BERLALULINTAS
PENGENDARA RODA DUA DI JALAN SOLO - JOGJA
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN
Diusulkan
oleh:
1.
Choriah Hanayati (A210
140 137)
2.
Unun Naimah (A210 140
141)
3.
Tri Kusuma Ningtyas
(A210 140 128)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2015
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Daerah
surakarta termasuk daerah yang padat akan pengguna kendaraan, baik hari-hari
biasa maupun hari besar. Banyaknya kendaraan yang melintasi jalan raya
solo-jogja sehingga sering terjadi kemacetan yang mengakibatkan kecelakaan lalu
lintas salah satu penyebabnya adalah
kejenuhan para kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat yang terjebak kemacetan.
Jalan
raya yang sangat identik dengan kata macet sehingga sering menimbulkan insiden
menghilangnya nyawa seseorang seperti kecelakaan. Sistem manajemen lalulintas
yang kurang efektif terkadang menjadi penyebab utamanya.
Pelanggaran
terhadap aturan lalu lintas di jalan raya dapat diberikan sanksi sesuai aturan
yang berlaku karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2009. Dalam Pasal 105 dijelaskan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan
diwajibkan berperilaku tertib serta mencegah hal-hal yang dapat merintangi,
membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang
dapat menimbulkan kerusakan jalan.
Kurangnya
penyuluhan atau sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi etika berkendara di
jalan raya juga menjadi faktor pemicu kecelakaan, sehingga untuk meminimalisir
terjadinya kecelakaan, sopir-sopir kendaraan roda empat utamanya sopir truk
membuat inisiatif pada kendaraan mereka masing-masing seperti contoh membuat
tulisan, pesan keresahan para sopir, dan sindiran yang mengispirasikan bagi
kendaraan yang melintasi truk dan atau melintasi di jalan raya.
Selain
sebagai alat transportasi, truk juga bisa beralih sebagai media penyalur
ekspresi, media kreasi para pengguna, seiring berkembangannya, terkadang
tulisan dibuat untuk hal-hal yang bersifat memancing emosi pengguna jalan yang
lainnya, yang mana bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas akibat emosi dan
konsentrasi yang terarah pada tulisan bak truk tersebut.
Tulisan
pada truk biasanya identik dengan tulisan-tulisan yang berbobot, seperti pesan
moral, coretan motivasi, terkadang sopir juga iseng menulis tulisan yang tidak
ada pesan moral, bahkan berdampak negatif bagi pembaca. Tulisan yang berbobot
memberi semangat kepada penulis, sopir sediri, dan pembaca betapa kerasnya
kehidupan para sopir, sehingga pembaca bisa bersyukur atas aktifitasnya yang
tidak begitu keras seperti sopir.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
deskripsi etika pengendara roda dua terhadap tulisan pada bak truk?
2. Bagaimana
dampak positif yang akan terjadi setelah pengendara membaca tulisan pada bak
truk?
3. Bagaimana
kaitannya antara tulisan pada bak truk dengan etika berlalulintas?
4. Bagaimana
etika pengendara yang seharusnya dilakukan saat berkendara setelah membaca tulisan pada bak truk?
C.
TUJUAN
1. Mengetahui
deskripsi etika pengendara roda dua terhadab tulisan pada bak truk.
2. Mengetahui
dampak positif yang terjadi setelah pengendara roda dua membaca tulisan pada
bak truk.
3. Mengetahui
keterkaitan antara tulisan pada bak truk terhadap pengendara roda dua mengenai
etik berlalulintasnya.
4. Memahami
etika pengendara yang baik saat berkendara setelah membaca tulisan pada bak
truk.
D.
MANFAAT
E.
KELUARAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Kajian
Teori
1.
Definisi
tulisan
2.
Etika
berlalu lintas
Etika
dalam Berekendaraan
Etika adalah
sebuah cabang filsafat
yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku
manusia dalam hidupnya. Sebagai cabang filsafat, etika sangat menekankan
pendekatan yang kritis dalam melihat nilai dan norma moral tersebut
serta permasalahan-permasalahan yang timbul
dalam kaitan dengan nilai dan norma moral itu. Etika adalah sebuah
refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan
terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi
maupun sebagai kelompok (Salam, 2007 : 1).
Pengertian
etika dari ilmuwan lainnya yaitu Magnis Suseno dalam Salam (2007 : 1) bahwa
etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi kita
norma tentang bagaimana kita
harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru hanya melakukan refleksi
kritis atas norma
atau ajaran moral tersebut. Atau
bisa juga dikatakan bahwa moralitas
adalah petunjuk konkret yang siap
pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah
perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang
siap pakai itu. Keduanya mempunya fungsi sama, yaitu memberi orientasi
bagaimanadan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.
Kendaraan
Bermotor Kendaraan bermotor adalah
kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik untuk pergerakannya, dan
digunakan untuk transportasi darat.
Berdasarkan Undang-undang No. 14 tahun 1992 yang dimaksud dengan peralatan
teknik dapat berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah
suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak
kendaraan bermotor yang bersangkutan. Kendaraan bermotor termasuk juga kereta
gandengan atau kereta tempelan yang dirangkaikan dengan kendaraan bermotor
sebagai penariknya. Pada umumnya kendaraan bermotor menggunakan mesin
pembakaran dalam,namun mesin
listrik dan mesin
lainnya juga dapat digunakan. Kendaraan bermotor memiliki
roda, dan biasanya berjalan diatas jalanan.
Pengendara
kendaraan bermotor
Pengendara
Kendaraan Bermotor Pengendara disebut
juga sebagai pengemudi. Pengemudi yaitu orang yang mengemudikan kendaraan bermotor. Pengemudi yang baik merupakan orang yang sudah
mengembangkan kemampuan dasar mengemudi, kebiasaan mengemudi, kondisi yang tepat,
dan penilaian suara yang baik serta
sehat mental dan jasmani. Sebuah sikap tanggung jawab dan kehati-hatian
merupakan hal yang paling penting. Sikap
kehati-hatian pengemudi akan melakukan hal yang tepat atau mengambil tindakan
pencegahan yang aman
dan tepat. Batas keselamatan harus dijaga dan pemberian kelonggaran dibuat
untuk menghindari kecelakaan. Kecelakaan banyak terjadi pada umur 15 hingga 24
tahun dibanding yang lain. Pengemudi yang paling aman adalah orang berumur 65
hingga 74 tahun.Studi Tentang Prilaku Pengendara Kendaraan Bermotor (Dini
Anggraini : 15)
Lalu
Lintas
Lalu
Lintas Menurut Undang-Undang No.
14 Tahun1992 tentang Lalu Lintas
dan angkutan Jalan, lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewan di
jalan. Jalan adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. Kendaraan
adalah satu alat yang dapat bergerak
di jalan, terdiri
dari kendaraan bermotor atau
kendaraan tidak bermotor.
Dalam pengertian umum (Kamus Bahasa Indonesia, 1996
: 151) bahwa lalu lintas adalah perhubungan antara suatu tempat dengan tempat
yang lain.
Menurut
Barutrisno (1974 :4), lalu lintas adalah gerak pindah manusia dari suatu tempat
ke tempat lainnya dengan atau tanpa alat penggerak dan menggunakan ruang gerak
yang disebut jalan.
Perilaku
dalam Berkendara
Tingkat
kesadaran hokum masyarakat pemakai
jalan dapat diukur
dari kemampuan dan daya serap tiap individu dan bagaimana
penerapannya di jalan raya (Naning, 1982 : 12). Berfungsinya hukum secara
efektif tergantung dari kondisi perundang-undangan lalu lintas yang
berlaku, kemampuan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan-penindakan,
fasilitas-fasilitas lalu lintas yang disediakan dan kondisi masyarakat pemakai
jalan. Apabila hal-hal tersebut dinilai baik, maka hukum sebagaimana dimaksud
dapat berfungsi secara efektif dan efisien, sehingga lingkup penugasan yang
diberikan dapat terjangkau secara memadai.
B.
Kajian
Penelitian yang Relevan
Menurut Obed Bima
Wicandra(2007) berjudul ”Representasi
perempuan pada lukisan di bak truk” mengatakan bahwa truk yang melintas di
jalanan sebagian besar kota di Indonesia yang memiliki keunikan dengan melukis
bagian belakang truk, yaitu bagian baknya juga memiliki nilai ”hiburan”
sendiri. Memiliki nilai ”hiburan”, karena lukisan di bak truk sering memancing
emosi, entah itu senyuman atau justru sinis akibat dari visualisasi lukisan di
bak truk tersebut. Kalimat yang bernada lugas nan erotik sering tergambarkan
dengan jelas diiringi dengan objek gambar figur perempuan dengan berpakaian
lengkap maupun minim. Jalanan benar-benar menjadi etalase, karena salah satunya
datang dari visualitas bak truk yang ikut berkepentingan dalam lalu lintas
jalan.
Menurut Dini Anggraini
(2013) berjudul “Studi Tentang Perilaku
Pengendara Kendaraan Bermotor di Kota Samarinda” mengatakan bahwa Lalu lintas
sampai tingkat tertentu
mencerminkan moral, mental,
dan kepribadian bangsa. Perilaku
pengendara kendaraan bermotor di Samarinda pada umumnya hampir selalu melanggar
peraturan lalu lintas. Lalu lintas merupakan bagian kegiatan sehari-hari dari
masyarakat, maka tentunya kebiasaan-kebiasaan masyarakat akan tecermin dalam
lalu lintas. Jadi bila masyarakatnya mempunyai kebiasaan mentaati aturan dalam
semua urusan maka kebiasaan tersebut akan nampak dalam pola ketertiban berlalu
lintas di jalan raya. Kerusakan jalan dikaitkan sebagai faktor yang menyebabkan
pengendara kendaraan bermotor melanggar aturan lalu lintas. Pelanggaran terhadap aturan lalu lintas di
jalan raya dapat diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku karena melanggar
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009. Dalam Pasal 105
dijelaskan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan diwajibkan berperilaku
tertib serta mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan
keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menimbulkan
kerusakan jalan.
Menurut DR. Eko
Soponyono, dkk (2013) berjudul “Perilaku
Masyarakat Terhadap Hukum dalam Berlalu-lintas” mengatakan peningkatan
jumlah kendaraan bermotor di Indonesia juga sangat berpengaruh terhadap masalah
lalu lintas secara umum, sebagai contoh peningkatan jumlah kendaraan bermotor
pada tahun 2000 yakni 24.671.330 dan pada tahun 2003 barjumlah 32.774.299 atau
meningkat sebanyak 8.100.594 kendaraan, dimana peningkatan ini tidak diimbangi
dengan penambahan panjang jalan yang memadai.
Meneurut Chika Olviani
dan Harus Laksana Guntur (2014) berjudul “Analisa
kenyamanan kendaraan Roda Dua dengan Pemodelan Pengendara sebagai Sisitem Multi
D.O.F” mengatakan ketidak efisienan sarana angkutan umum dan waktu perjalanan
yang tidak dapat diprediksikan, menjadi salah satu penyebab meningkatnya
kepemilikan sepeda motor. Tetapi beberapa akhir tahun ini fungsi sepeda motor
pun tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi jarak dekat, namun
digunakan untuk keperlun mudik (pulang kampung). Dimana jarak yang ditempuh
bisa mencapai ratusan kilometer. Banyak faktor yang mempengaruhi kenyamanan dan
kestabilan kendaraan, salah satunya adalah getaran yang disebabkan oleh kondisi
permukaan jalan yang tidak merata. Untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan
desain suspensi yang baik untuk mereduksi energi yang ditransfer ke pengendara
(sprung mass). Ketidaknyamanan akibat mengendarai sepeda motor dalam waktu yang
lama menimbulkan kelelahan yang bisa berakibat fatal pada pengendara berupa
kecelakaan.
Menurut Mulyani Nursita
Dewi (2014) berjudul “Tindak Tutur pada Ungkapan Bak Truk di Sepanjang Jalan
Ringroad Solo - Sragen” mengatakan Bahasa sebagai alat komunikasi, memegang
peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan bahasa
manusia dapat berinteraksi dan berbicara mengenai apa saja. Bahasa sebagai alat
menyampaikan pikiran, gagasan, konsep ataupun perasaan. Dalam ilmu dan
teknologi bahasa berfungsi sebagai sasaran untuk berkomunikasi.
BAB
III
Metode
Penelitian
A. Jenis
penelitian
Jenis
penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Penelitianini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Sebab metode deskripstif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok
manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang. Subjek-subjek penelitian meliputi
sopir truk yang pada bak truknya adatulisan yang mengacu pada judul penelitian
ini, pengendara roda dua
pada gambar tersebut mengatakan “SPORTIF”
disini pesan yang disampaikan penulis adalah dalam berkendara harus tertib dan
sportif, tidak saling mendahului dari kiri harus dari kanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar